Narapidana Nusakambangan Membuat Wamenaker Kagum: Kini Mahir Bertani dan Buat Rokok Linting

admin.aiotrade 06 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Narapidana Nusakambangan Membuat Wamenaker Kagum: Kini Mahir Bertani dan Buat Rokok Linting
Narapidana Nusakambangan Membuat Wamenaker Kagum: Kini Mahir Bertani dan Buat Rokok Linting

Program Pelatihan Keterampilan di Lembaga Pemasyarakatan Diharapkan Bantu Reintegrasi Sosial

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memberikan apresiasi terhadap program pelatihan keterampilan dan vokasional bagi warga binaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Program tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja para narapidana setelah menyelesaikan masa hukuman.

Pada kunjungan yang dilakukan bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto pada Rabu, Afriansyah menilai kegiatan produktif seperti pertanian, peternakan, pengelolaan limbah, dan industri rokok linting menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian warga binaan. Ia menyatakan bahwa berbagai pelatihan tersebut memberikan bekal penting agar mereka dapat diterima kembali di tengah masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Para warga binaan diberikan kesempatan untuk bertani, memelihara ternak, mengelola limbah sampah maupun batu bara, hingga memproduksi rokok lintingan. Ini sangat positif untuk mengisi keseharian mereka dengan kegiatan bermanfaat,” ujarnya.

Afriansyah menambahkan bahwa pelatihan yang digelar di bawah pembinaan Kementerian Imipas merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap proses reintegrasi sosial bagi mantan narapidana. Dengan kemampuan vokasional yang diperoleh selama masa pembinaan, para warga binaan diharapkan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak setelah bebas.

“Semoga setelah selesai menjalani masa tahanan, mereka diterima dengan baik di masyarakat dan bisa bekerja kembali secara mandiri,” katanya.

Inisiatif Kementerian Imipas Dinilai Efektif

Afriansyah juga mengapresiasi jajaran Kementerian Imipas atas inisiatif dalam mengembangkan berbagai model pembinaan produktif di lapas. Menurutnya, pola tersebut sejalan dengan program peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri PAN-RB Purwadi Arianto, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta sejumlah pejabat dan tokoh publik lainnya termasuk Irfan Hakim.

Berbagai Jenis Pelatihan yang Diselenggarakan

Beberapa jenis pelatihan yang diselenggarakan di lapas meliputi:

  • Pertanian: Warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar tentang cara bertani, mulai dari pengolahan tanah hingga panen.
  • Peternakan: Pelatihan ini mencakup teknik pemeliharaan ternak, pakan ternak, dan manajemen kandang.
  • Pengelolaan Limbah: Para warga binaan diajarkan bagaimana mengelola limbah secara efisien, termasuk pengolahan limbah sampah dan batu bara.
  • Industri Rokok Linting: Pelatihan ini membantu mereka memahami proses produksi rokok lintingan, mulai dari pemilihan bahan hingga pengemasan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga binaan memiliki keterampilan yang dapat digunakan setelah bebas. Hal ini tidak hanya membantu mereka dalam mencari pekerjaan, tetapi juga memberikan rasa percaya diri dan kemandirian.

Dukungan Pemerintah untuk Reintegrasi Sosial

Program pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan bahwa mantan narapidana dapat kembali beradaptasi dengan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan berbasis keterampilan, diharapkan para warga binaan tidak lagi menjadi beban masyarakat, tetapi justru menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan