Kisah Melda Safitri: Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK, Kini Dapat Bantuan Modal Usaha
Melda Safitri, seorang warga Aceh, kini menjadi sorotan setelah viral pemberitaannya. Ia diceraikan suaminya dua hari menjelang pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Nasib yang dialami oleh Safitri justru berbanding terbalik dengan sang suami, yang harus berurusan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelum kejadian tersebut, sebuah video yang menyebar di media sosial seperti Facebook, TikTok, hingga Instagram memperlihatkan momen haru ketika Safitri meninggalkan rumah kontrakannya di Desa Siti Ambiya, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Utara. Video ini dipublikasikan melalui akun Facebook bernama Rita Sugiarti Ricentil Panggabean.
Dalam video tersebut, Safitri bersama dua anaknya ditemani oleh para tetangga menuju angkutan umum jenis L300. Suasana emosional terlihat jelas ketika para tetangga memberikan dukungan dan motivasi kepada Safitri. Salah satu perempuan dalam video itu berkata, “Kau luruskan uratmu, buktikan kau bisa tanpa dia.”
Setelah resmi berpisah dari suaminya, Safitri kini tinggal di kediaman orang tuanya di Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia berjualan aneka gorengan sambil merawat kedua putrinya.
Suami Dipanggil BKPSDM
Tak lama setelah video tersebut viral, sang suami akan dipanggil oleh BKPSDM Kabupaten Aceh Singkil. Informasi ini disampaikan langsung oleh Azman, perwakilan BKPSDM Aceh Singkil, pada Rabu (22/10/2025). Azman menyebutkan bahwa pihaknya akan memanggil pegawai tersebut untuk dimintai keterangan.
“Segera kami panggil yang berkenaan untuk dimintai keterangan,” kata Azman singkat.
Safitri Dapat Bantuan Modal Usaha
Lewat akun Facebook Safitri Alshop Aceh, sejumlah warganet menawarkan bantuan berupa modal usaha baik berupa uang maupun barang. Safitri menyambut baik dukungan tersebut. “Terima kasih teman-teman, atas bantuannya, semoga bisa membantu kami lebih baik,” ungkapnya.
Terbaru, Safitri akan diberi modal usaha oleh pengusaha skincare Shella Saukia. Hal ini dibagikan Shella Saukia lewat Instagram miliknya. Dalam storynya, Shella membagikan kisah Safitri. Ia pun meminta Safitri bertemu dengannya untuk memberi modal usaha di tempat orang tuanya.
"Team kak Shell sudah mencoba hubungi kakaknya, aku kemungkinan gak bisa kesana karena perjalanan cukup jauh dan kak Shell besok harus pulang ke Jakarta. Boleh gak teman-teman dan keluarga yang meelihat story ini minta kakaknya ke banda aceh malam ini, saya siapkan hotel mobil dll, karena aku ada sedikit rezeki untuk modal kakaknya buka usaha di tempat orang tuanya, insyaallah bisa glow up lagi, berjaya & kaya raya. Semoga bisa ya," tulis Shella Saukia.
Menanggapi tawaran Shella Saukia, Safitri bersyukur karena allah maha adil. “Allah maha adil. Allah tunjukkan jalan. Alhamdulillah,” tulisnya.
Safitri Terima Uang dari Shella Saukia
Tangis Melda Safitri pecah ketika pengusaha skincare asal Aceh, Shella Saukia, memberikan bantuan uang untuk modal usaha. Beberapa gepok uang pecahan Rp 50.000 diserahkan Shella kepada ibu dari dua anak yang baru saja di eraikan suaminya itu.
"Maakk," kata Melda sambil menengok ke arah ibunya yang duduk di belakang ketika menyambut bergepok-gepok uang dari Shella di rumah sang pengusaha tajir Banda Aceh, Kamis (23/10/2025).

Momen itu terlihat dalam video yang diunggah di akun TikTok Shella Saukia. Melda sengaja diundang Shella ke rumahnya yang berada di Banda Aceh. Bahkan anak buah Shella menjemput langsung Melda bersama dua anak dan ibunya.
Melda sendiri saat ini pulang kembali ke rumah orang tuanya di Aceh Selatan setelah diceraikan suaminya di Aceh Singkil.
"Ndak pernah megang duit sebanyak ini, kak," ucap Melda kepada Shella, sambil menangis. Shella yang didampingi suaminya pun tak kuasa menahan sedih. Ia memeluk sembari nenenangkan Melda.
"Ndak apa-apa, ini rejeki," ujar Shella menenangkan Melda yang seperti tidak percaya melihat uang pemberian Shella sebanyak itu.
Selain memberikan uang, Shella juga memberikan satu buah handphone kepada Melda untuk bisa berjualan online. "Ini untuk modal usaha. Nanti kaka bisa jualan (skincare) online lagi," kata Shella.
Sosok Shella Saukia
Shella Saukia dikenal sebagai pebisnis sekaligus selebgram populer dari Aceh. Di bio Instagram-nya, ia tercatat memiliki beberapa lini bisnis seperti produk skincare hingga fashion muslimah. Akun Instagramnya memiliki pengikut mencapai 3,8 juta. Ia merupakan ibu dari tiga anak, terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki.
Lewat unggahan pribadinya, Shella kerap menunjukkan gaya hidup mewah, membuatnya mendapat julukan "Crazy Rich Aceh". Sebelum sukses, Shella pernah merasakan hidup sederhana di rumah kontrakan bantuan tsunami di Banda Aceh. Ia memulai bisnis sebagai reseller hingga mengembangkan brand hijab dan gamis, sebelum akhirnya mendirikan perusahaan sendiri. Ia juga kerap membagikan kiat sukses berbisnis lewat media sosial dan pernah mendapat undangan khusus ke Sekretariat Wakil Presiden sebagai sosok inspiratif di bidang fashion muslimah.
Pemicu Melda Safitri Diceraikan Suami
Diceritakan Safitri awal mula rumah tangganya retak hingga diceraikan suami. Ia mengungkapkan bahwa penyebab perceraian bermula dari pertengkaran kecil di rumah, ketika suaminya pulang dan tidak menemukan lauk di meja makan. Pertengkaran ini terjadi tepat tiga hari sebelum sang suami menerima SK PPPK.
Padahal diakui Safitri dirinya yang membelikan baju korpri suami dari hasil jualan sayur, namun tak disangka ia justru diceraikan suaminya. "Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah."
"Karena bagaimana saya harus masak nasi atau kawan nasi sedangkan apa pun tidak ada di rumah," ujar Fitri dengan suara bergetar.
Suami Fitri terus berlanjut marah dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga dinilai melukai harga dirinya. Malam itu juga, suami Fitri pergi bersama rekannya hingga pulang larut malam.
Amarah suami Fitri terus berlanjut hingga keesokan harinya. Karena kesal, Fitri lantas membalas ucapan suami yang dinilai menyakitkan hatinya hingga terjadi ribut besar. "Saya balas-lah repetan dia, kamu mau apa, kesalahanku apa, saya bilang. 'Kamu kan tidak bawa belanja, tidak ada kasih (nafkah) apa-apa, jadi apa yang saya masak?'"
"Jadi dia memancing emosi saya terus, dipancing-dipancing sama dia, terus saya merepet sama dia. Setelah itu, saya pergi cuci piring karena capek ribut terus," ungkapnya.
Saat Fitri mencuci piring, ternyata suaminya sudah membungkus baju lalu pergi ke rumah tetangga untuk meminjam sepeda motor. Saat kembali ke rumah, sang suami langsung mengucapkan kata cerai di hari itu juga. "Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan 1, 2, 3 lalu dia pergi membawa bajunya," ungkap Fitri.
Tiga hari setelah peristiwa itu, tepat pada 18 Agustus, sang suami dilantik menjadi PPPK. Fitri menegaskan, suaminya menceraikan dirinya bukan semata karena pertengkaran rumah tangga, melainkan karena sang suami akan dilantik menjadi PPPK.
“Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama. Saya sempat berharap, setelah dia dilantik jadi PPPK, bisa sedikit membantu perekonomian keluarga,” ujar Fitri.
Namun, lanjutnya, harapan itu justru pupus. Menurut Fitri, jika suaminya ingin menceraikan dirinya kenapa tidak dari dulu. "Begitu dikasih Allah rezeki, dia malah ceraikan saya. Kalau memang mau cerai, kenapa tidak dari dulu,” tuturnya dengan nada kecewa.
Tak hanya itu, Fitri bahkan mengaku sudah sejak jauh hari membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya sebagai PPPK. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil ia berjualan cabai dan sayuran di pasar. “Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan.” “Saya bantu dia dari nol, dari belum kerja sampai bisa lulus PPPK. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK,” tutur Fitri lirih.