Nasib Saham Blue Chip Saat Net Buy Asing Rp30 Triliun di Semester II/2025

admin.aiotrade 22 Des 2025 3 menit 23x dilihat
Nasib Saham Blue Chip Saat Net Buy Asing Rp30 Triliun di Semester II/2025


aiotrade,
JAKARTA – Performa saham-saham yang termasuk dalam kategori blue chip masih tertinggal dibandingkan saham-saham lapis dua yang terkait dengan konglomerat selama periode tahun berjalan. Meskipun demikian, telah terjadi aliran dana asing sebesar Rp30 triliun di sepanjang semester II/2025.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp2,67 triliun pada Jumat (19/12/2025). Akibatnya, akumulasi net sell investor asing sejak awal tahun menjadi Rp22,39 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Nilai net sell secara year-to-date (ytd) tersebut jauh lebih kecil dibandingkan posisi net sell ytd pada 29 Juni 2025 yang mencapai Rp53,21 triliun. Artinya, investor asing sudah kembali memasuki pasar saham Indonesia dengan mengalirkan dana sebesar Rp30,82 triliun dalam enam bulan terakhir.

Namun, performa saham blue chip yang tercermin melalui indeks LQ45 hanya tumbuh sebesar 3,25% ytd, jauh di bawah kinerja IHSG yang naik hingga 21,61% ytd. Bahkan, indeks saham terlikuid itu juga jauh tertinggal dari lonjakan harga saham-saham lapis dua dalam indeks IDX SMC Composite yang naik 49,54% ytd.

Di tengah aliran masuk dana asing di lantai bursa, beberapa saham menjadi sasaran jual investor asing. Contohnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masih mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp5,03 triliun dalam sebulan perdagangan terakhir.

Selain BBRI, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatatkan net sell asing sebesar Rp2,06 triliun, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan net sell asing sebesar Rp953,58 miliar, dan saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mencatatkan net sell asing sebesar Rp872,6 miliar dalam sebulan.

Tidak hanya itu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatatkan net sell asing sebesar Rp482,23 miliar, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) mencatatkan net sell asing sebesar Rp223,18 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatatkan net sell asing sebesar Rp175,91 miliar dalam sebulan.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menjelaskan bahwa pada momen santa claus rally bulan ini, arus dana asing sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengalir ke pasar saham Indonesia. Hal ini didorong oleh penurunan suku bunga The Fed. Dengan biaya modal global yang lebih rendah, aset emerging markets seperti Indonesia menjadi lebih menarik.

"Dalam 1–2 bulan ke depan, saya melihat peluang aliran dana asing kembali meningkat, terutama jika rupiah stabil dan outlook penurunan suku bunga BI pada semester I/2026 semakin kuat," ujar Ekky pada beberapa waktu lalu.

Adapun, Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menilai pergerakan dana asing akan cenderung lebih selektif dan berbasis fundamental. Hal ini sejalan dengan meredanya ketidakpastian suku bunga global serta ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan dari The Fed dan Bank Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, saham-saham bank jumbo seperti BBCA dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) diproyeksikan mendapatkan aliran deras dana asing. Dorongan dana investor asing ke saham bank jumbo juga akan dibantu oleh katalis tambahan seperti kredit yang mulai membaik, kualitas aset, dan margin profitabilitas yang mulai rebound.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan