
Pentingnya Menjaga Ukhuwah Sesama Muslim
Sebagai umat Islam, kita diingatkan untuk menjaga ukhuwah sesama Muslim agar tidak terjadi perpecahan dan konflik. Ada beberapa hal yang harus dihindari agar hubungan persaudaraan ini tetap terjaga, seperti berprasangka buruk, menjaga lisan dari fitnah dan cacian, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, menghindari permusuhan dan kebencian, serta tidak tamak terhadap dunia orang lain.
Di sisi lain, kita juga dimotivasi untuk memperkuat ukhuwah dengan cara saling membantu, memaafkan, menghormati perbedaan, dan menjaga silaturahmi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Khutbah Jumat 24 Oktober 2025
Pada hari Jumat tanggal 24 Oktober 2025, kita sebagai laki-laki beragama Islam akan melaksanakan ibadah Salat Jumat. Hari Jumat disebut sebagai Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari, yang diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Berikut adalah naskah khutbah Jumat yang telah dirangkum untuk tanggal 24 Oktober 2025 bertemakan "Sikap Menghindari Hal-hal Perusak Ukhuwah Sesama Muslim".
Khutbah 1
Alhamdulillahi, segala puji hanya bagi Allah, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya, yang telah Allah curahkan kepada kita. Shalawat teriring salam marilah senantiasa kita haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia menegakkan sunnahnya hingga akhir jaman.
Khatib menyampaikan wasiat untuk dirinya dan keluarganya, serta hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah agar kita hidup bahagia, selamat dan sejahtera, di dunia hingga di akhirat kelak.
Takwa merupakan bekal terbaik kita untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seperti Allah sebutkan di dalam firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim (berserah diri kepada Allah)”. (Q.S. Ali Imran [3]: 102).
Pada ayat lain Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (Q.S. Al-Ahzab [33]: 70-71).
Hadirin yang sama-sama mengharap ridha Allah, marilah untuk menjaga hubungan persaudaraan sesama orang-orang beriman, marilah kita mengindari hal-hal yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah, di antaranya seperti yang disebutkan di dalam ayat:
“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain [karena] boleh jadi mereka [yang diolok-olok] lebih baik dari mereka [yang mengolok-olok] dan jangan pula wanita-wanita [mengolok-olok] wanita-wanita lain [karena] boleh jadi wanita-wanita [yang diperolok-olokkan] lebih baik dari wanita [yang mengolok-olok] dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah [panggilan] yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-Hujurat [49]:11).
Dari ayat di atas, ada tiga hal yang harus kita hindari agar ukhuwah Islamiyah tetap terpelihara, yaitu:
- Memperolok-olokan antarsesama karena hal ini dapat menimbulkan rasa sakit hati, kemarahan dan permusuhan.
- Mencaci atau menghina orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan, apalagi bila kalimat penghinaan itu bukan sesuatu yang benar.
- Memanggil orang lain dengan panggilan gelar-gelar yang tidak disukai. Kekurangan secara fisik bukanlah menjadi alasan bagi kita untuk memanggil orang lain dengan keadaan fisiknya itu.
Khutbah 2
Alhamdulillahi, segala puji hanya bagi Allah, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya, yang telah Allah curahkan kepada kita. Shalawat teriring salam marilah senantiasa kita haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia menegakkan sunnahnya hingga akhir jaman.
Khatib menyampaikan wasiat untuk dirinya dan keluarganya, serta hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah agar kita hidup bahagia, selamat dan sejahtera, di dunia hingga di akhirat kelak.