Nasrudin Jendri, Korban Ditikam Tetangga di Sangihe Sulut, Ini Awalnya

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Nasrudin Jendri, Korban Ditikam Tetangga di Sangihe Sulut, Ini Awalnya
Nasrudin Jendri, Korban Ditikam Tetangga di Sangihe Sulut, Ini Awalnya

Peristiwa Penikaman di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang Menewaskan Seorang Warga

Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), kembali menjadi perhatian setelah terjadi kejadian penikaman yang mengakibatkan korban tewas. Kejadian tragis ini terjadi pada Selasa 11 November 2025 malam, tepatnya di Kampung Beha, Kecamatan Tabukan Utara, Sangihe, Sulut.

Korban yang meninggal adalah seorang pria bernama Nasrudin Jendri Tarimakase, yang berusia 37 tahun dan merupakan warga Kampung Nusa, Kecamatan Nusa Tabukan. Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat luka tusukan yang cukup parah. Ia kemudian dibawa ke RSUD Liun Paduli, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kronologi Kejadian

Kejadian penikaman ini terjadi sekitar pukul 21.00 WITA di rumah keluarga Tarimakase-Mamuka. Korban diduga ditikam oleh terduga pelaku yang berinisial UB (27), seorang warga Kampung Beha. Pelaku saat itu diduga sedang dalam pengaruh minuman beralkohol.

Awal mula kejadian bermula ketika ibu korban, Mardia Mamuka, menegur pelaku yang mengendarai sepeda motor dengan suara knalpot yang sangat bising. Tidak terima ditegur, pelaku memarkir motornya dan berjalan menuju rumah saksi sambil berteriak. Korban yang mendengar keributan keluar dari kamarnya untuk melihat situasi.

Saat itulah pelaku langsung mencabut pisau dari pinggangnya dan menikam korban di bagian lengan kanan. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke samping rumah, namun terpeleset. Kesempatan ini dimanfaatkan pelaku untuk kembali melakukan serangan.

Tikaman bertubi-tubi mengenai punggung, tangan, rusuk kanan hingga menembus dada, serta bagian paha kiri korban. Setelah korban terkapar bersimbah darah, pelaku kembali ke sepeda motornya dan melarikan diri ke rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Teriakan saksi membuat warga berdatangan. Namun korban sudah tidak sadarkan diri. Ia kemudian dibawa ke RSUD Liun Paduli. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal akibat banyaknya luka tusukan dan pendarahan hebat.

Respons Polisi

Kapolsek Tabukan Utara, AKP Imer Toppol, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Berikut langkah-langkah kepolisian yang telah dilakukan:

  • Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
  • Mengamankan pelaku beserta barang bukti.
  • Membawa korban ke RSUD Liun Paduli.
  • Membuat laporan polisi dan permintaan visum luar-dalam.

Polisi juga memberi imbauan kepada keluarga dan masyarakat agar tidak melakukan tindakan balasan. Sementara itu, rencana tindak lanjut dari pihak kepolisian antara lain:

  • Berkoordinasi dengan kejaksaan terkait proses hukum.
  • Memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
  • Mengelola informasi publik agar situasi kamtibmas tetap terjaga.

Peristiwa ini menjadi peringatan akan pentingnya menjaga keamanan dan kesadaran masyarakat terhadap tindakan yang bisa memicu konflik. Dengan respons cepat dari pihak berwajib, diharapkan situasi di wilayah tersebut tetap stabil dan aman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan