
Penetapan Direksi Bank NTB Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon direksi Bank NTB Syariah. Hasil dari proses tersebut, Nazaruddin resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank NTB Syariah. Ia telah melakukan serah terima jabatan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut sebelumnya, H. Zainal Wahyu Nugroho, pada Jumat (24/10/2025).
Dengan penetapan ini, posisi direksi yang efektif bekerja saat ini terdiri dari dua orang, yaitu Dirut Nazaruddin dan Direktur Operasional, Umum, dan Keuangan, H. Zainal Wahyu Nugroho. Sementara empat calon direksi lainnya, yaitu Direktur Dana dan Jasa, Direktur Kepatuhan, Direktur Pembiayaan, serta Direktur Operasional, masih menunggu penetapan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Alhamdulillah, serah terima jabatan Dirut sudah dilakukan pada Jumat pagi. Empat direksi lainnya masih menunggu RUPS, yang rencananya akan dilakukan bersamaan dengan penetapan komisaris agar menjadi satu kesatuan,” kata Nazaruddin, kemarin.
Dari hasil fit and proper test, beberapa calon direksi belum dinyatakan lulus. Untuk posisi Direktur Operasional dan Direktur Kepatuhan, seluruh calon dinyatakan lulus. Sedangkan untuk posisi Direktur Dana dan Jasa serta Direktur Pembiayaan, masing-masing hanya satu dari dua calon yang dinyatakan memenuhi syarat.
Selain itu, posisi komisaris Bank NTB Syariah juga masih menunggu hasil uji kelayakan dari OJK sebelum dapat efektif bekerja.
Strategi Bank NTB Syariah ke Depan
Begitu resmi menjabat, Nazaruddin langsung menegaskan arah strategis Bank NTB Syariah ke depan, yakni memperkuat pembiayaan sektor produktif, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan latar belakang karier panjang di Bank Rakyat Indonesia (BRI), ia berkomitmen membawa semangat pemberdayaan ekonomi rakyat ke bank daerah ini.
“Khittah Bank NTB Syariah adalah mendorong potensi ekonomi daerah, seperti pertanian dan perdagangan. Kami ingin kembali ke ruh pendirian bank ini hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Nazaruddin juga menegaskan bahwa seluruh unit kerja Bank NTB Syariah harus fokus pada pembiayaan produktif. Dari 13 cabang yang ada, setiap unit telah memiliki account officer (AO) khusus sektor produktif dengan skema pembiayaan mikro bernama Tunas, yang mulai dijalankan sejak Oktober ini.
“Saya tegaskan tidak boleh abu-abu. Dari awal, setiap AO harus tahu bahwa fokusnya adalah sektor produktif, bukan konsumtif,” katanya.
Fokus pada Bidang yang Memiliki Daya Saing Khas Daerah
Nazaruddin menekankan bahwa Bank NTB Syariah tidak akan bersaing di semua segmen, tetapi fokus pada bidang yang memiliki daya saing khas daerah.
“Kalau kita tidak punya kekuatan di suatu sektor, jangan bersaing di sana. Kita harus jadi raja di rumah sendiri,” ujarnya.