Presiden AS Donald Trump Mengumumkan Blokade Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengambil langkah tegas setelah negosiasi dengan Iran tidak menemui kesepakatan. Pada hari Minggu (12/4/2026), Trump memberikan perintah kepada Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz. Langkah ini menjadi tanda meningkatnya ketegangan di kawasan yang dikenal sebagai jalur vital perdagangan energi dunia.
Keputusan tersebut muncul setelah Iran menolak menghentikan ambisi nuklirnya dalam perundingan damai yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada hari Sabtu (11/4/2026). Meskipun pertemuan berlangsung intens dan sejumlah kesepakatan tercapai, isu program nuklir tetap menjadi titik buntu yang belum terselesaikan.
Situasi inilah yang kemudian mendorong Washington untuk mengambil langkah drastis. Trump menegaskan bahwa blokade akan segera diterapkan, menyasar seluruh kapal yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut, baik yang masuk maupun keluar.
Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz, tulis Trump di platform Truth Social.
Tidak hanya itu, Trump juga memberikan peringatan keras kepada Iran, menandakan bahwa eskalasi bisa terjadi kapan saja jika situasi terus memanas.
Setiap warga Iran yang menembaki kami atau kapal, akan DIHANCURKAN! tegasnya.
Negosiasi Buntu di Pakistan
Wakil Presiden AS JD Vance meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan setelah melakukan pembicaraan dengan delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Pertemuan ini menjadi pertemuan tingkat tertinggi antara kedua negara sejak Revolusi Islam 1979.
Delegasi Iran juga dihadiri Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Vance mengatakan, AS telah memberikan proposal terakhir dalam perundingan tersebut.
Kami meninggalkan tempat ini dengan proposal yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah pihak Iran menerimanya, ujarnya kepada wartawan.

Sengketa Program Nuklir
Trump mengakui bahwa pembicaraan berjalan baik dan sebagian besar poin telah disepakati, namun Iran tetap menolak untuk mengalah terkait program nuklirnya. Hal ini menjadi alasan utama kegagalan kesepakatan damai.
Dalam pernyataan panjangnya, Trump juga mengkritik Iran yang sebelumnya menjanjikan akan membuka kembali Selat Hormuz, namun dinilai gagal memenuhi janji tersebut. Trump menuduh Iran menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz, meski sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran disebut telah dihancurkan.
Mereka mengatakan menaruh ranjau di air, meskipun seluruh angkatan laut mereka, dan sebagian besar penebar ranjau mereka, telah dihancurkan. Mereka mungkin melakukannya, tetapi kapal mana yang mau mengambil risiko? kata Trump.
Selat Hormuz sendiri telah terhambat selama berminggu-minggu sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran lebih dari enam minggu lalu. Pada Sabtu, militer AS mengumumkan bahwa dua kapal perang mereka telah melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari operasi awal pembersihan ranjau.