Nelayan Cirebon Sampaikan Tiga Aspirasi ke Wapres Gibran, Mulai dari Pendangkalan Sungai hingga Utan

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Nelayan Cirebon Sampaikan Tiga Aspirasi ke Wapres Gibran, Mulai dari Pendangkalan Sungai hingga Utan
Nelayan Cirebon Sampaikan Tiga Aspirasi ke Wapres Gibran, Mulai dari Pendangkalan Sungai hingga Utang

Nelayan Desa Citemu Sampaikan Aspirasi Kepada Wakil Presiden

Beberapa nelayan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menyampaikan tiga aspirasi penting kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat berkunjung ke wilayah tersebut pada Kamis 23 Oktober 2025 sore. Tiga hal yang disampaikan oleh para nelayan ini mencakup isu lingkungan, infrastruktur, dan masalah utang yang sering dialami mereka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu perwakilan nelayan, Abdul Halim, menjelaskan bahwa salah satu masalah utama yang disampaikan adalah pendangkalan Sungai Selo Pengantin. Ia mengatakan bahwa proses pendangkalan terjadi cukup cepat, bahkan hanya dalam hitungan bulan. Hal ini menyulitkan perahu nelayan untuk keluar-masuk ke laut serta berdampak pada menurunnya hasil tangkapan. “Beberapa bulan saja sudah dangkal lagi. Kami minta dibuatkan breakwater supaya lumpur tidak terus masuk ke sungai,” ujarnya.

Selain itu, para nelayan juga meminta pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya pembetonan di sepanjang tepian sungai yang digunakan sebagai tempat sandar perahu. Pembangunan ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para nelayan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Aspirasi ketiga yang disampaikan adalah terkait jeratan utang yang dialami banyak nelayan. Banyak dari mereka terpaksa meminjam uang dengan bunga tinggi karena tidak memiliki akses ke lembaga keuangan resmi. Mereka berharap pemerintah dapat menyiapkan regulasi pembiayaan melalui koperasi atau perbankan dengan pola cicilan yang sesuai dengan pendapatan nelayan. Hal ini diharapkan bisa membantu meringankan beban finansial mereka.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Bupati Cirebon. Keduanya langsung diminta untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat. Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menilai bahwa kehadiran Wapres menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap kehidupan masyarakat pesisir.

Dia mengemukakan bahwa kunjungan ini memberi semangat baru bagi para nelayan, yang selama ini menggantungkan hidup di laut. “Kami berharap kehadiran Pak Wapres bisa mempercepat pembangunan di wilayah pesisir dan memperkuat ekonomi maritim masyarakat,” ucap dia.

Masalah Utang dan Akses Finansial Nelayan

Banyak nelayan di Desa Citemu mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses ke lembaga keuangan resmi. Akibatnya, mereka terpaksa meminjam uang kepada tengkulak dengan bunga yang sangat tinggi. Hal ini membuat kondisi ekonomi mereka semakin sulit, terutama saat musim tertentu di mana hasil tangkapan tidak menjamin penghasilan yang cukup.

Para nelayan berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih efektif, seperti program pembiayaan yang ramah bagi nelayan. Dengan adanya regulasi yang jelas, mereka bisa memperoleh pinjaman dengan bunga rendah dan cicilan yang fleksibel, sesuai dengan pendapatan mereka setiap bulannya.

Peran Pemerintah dalam Pembangunan Wilayah Pesisir

Pembangunan infrastruktur dan penanganan masalah lingkungan seperti pendangkalan sungai merupakan prioritas utama bagi masyarakat pesisir. Dengan adanya dukungan pemerintah, diharapkan kondisi para nelayan dapat diperbaiki secara bertahap.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil, terutama nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, harapan besar bisa diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan