
Nenek 85 Tahun di Makassar Viral Setelah Digendong Tetangga ke Kantor Lurah
Seorang nenek berusia 85 tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, viral setelah digendong tetangganya ke kantor lurah untuk mengambil bantuan pangan. Kejadian ini menimbulkan perhatian luas dan menjadi sorotan masyarakat.
Peristiwa yang Menghebohkan
Peristiwa tersebut terjadi di Jl Monginsidi Baru, Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, pada hari Selasa (16/12/2025). Dalam video unggahan akun Instagram @teropongmakassar, seorang lansia tampak digendong dari dalam rumah menuju becak motor (bentor) yang menunggu di ujung lorong. Ia kemudian dibawa ke Kantor Kelurahan Maricaya Baru untuk mengambil bantuan pangan karena disebut tidak bisa diwakili.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kondisi Nenek Wahbah
Nenek Wahbah (85) ditemui oleh jurnalis di rumahnya. Ia terbaring di kasur yang diletakkan di lantai rumahnya. Rumah itu berada di dalam gang sempit, sekitar 100 meter dari ruas Jalan Inspeksi Kanal. Di samping Wahbah, tampak putranya Ahmad (56) dan menantunya, Emmi (65).
Emmi menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, sehari sebelumnya ia mendapat informasi adanya pembagian sembako di Kantor Lurah Maricaya Baru. Siang harinya, ia mempercayakan adiknya, Ati, yang merupakan mantan RT sekaligus tetangga, untuk mengambil bantuan tersebut. Namun, Ati menyampaikan bahwa petugas menolak pengambilan bantuan karena harus yang bersangkutan.
Proses Pengambilan Bantuan
Emmi kemudian meminta Ati kembali ke kantor lurah dengan membawa KTP Wahbah. Namun, menurut Emmi, KTP tersebut belum dianggap cukup oleh petugas kelurahan. Akhirnya, Emmi memutuskan untuk pergi sendiri ke kantor lurah. Saat tiba, ia mendapat sambutan yang kurang baik dan mempertanyakan apakah pengambilan bantuan bisa diwakili.
Menurut Emmi, Wahbah baru keluar dari rumah sakit dan sudah tidak mampu berjalan. Selain KTP, ia juga menunjukkan kartu keluarga (KK) Wahbah. Di tengah perdebatan tersebut, Wahbah ternyata sudah tiba di kantor lurah menumpang bentor. Kondisi Wahbah terlihat lemah dan digendong warga setempat.
Respons Lurah dan Penyelesaian
Emmi menyebut lurah setempat melihat langsung kondisi Wahbah yang masih lemas. Menurutnya, lurah menyampaikan rencana kunjungan ke rumah Wahbah. Namun, Emmi merasa kecewa karena kejadian ini baru diketahui setelah heboh.
Setelah kejadian tersebut, Wahbah akhirnya menerima bantuan berupa dua karung beras dan tiga bungkus minyak goreng. Masing-masing karung bertuliskan “Bantuan Pangan” dengan berat 10 kilogram. Sementara minyak goreng yang diterima bermerk Minyak Kita.
Tanggapan Tetangga
Jumriani (26), tetangga yang membawa Wahbah ke kantor lurah, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Ia terpaksa membawa Wahbah karena bantuan tersebut tidak bisa diwakili. “Dibilang petugas tidak bisa diwakili kalau bukan orangnya, jadi kami bawa naik bentor meski hujan,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Maricaya Baru terkait kejadian tersebut. Tribun Timur masih berupaya mengonfirmasi lurah setempat.