Neraca Dagang RI-Australia Alami Defisit US$ 9 Juta, Ini Penjelasan Rosan

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 11x dilihat
Neraca Dagang RI-Australia Alami Defisit US$ 9 Juta, Ini Penjelasan Rosan


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, turut serta dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Australia. Dalam kesempatan ini, Rosan menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah untuk memperkuat hubungan kerja sama di bidang investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Australia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut data yang disampaikan oleh Rosan, total perdagangan Indonesia ke Australia masih tergolong rendah, hanya mencapai sekitar US$ 15 juta dengan defisit sebesar US$ 9 juta. Meskipun demikian, Rosan menilai adanya Kesepakatan Perdagangan Ekonomi dan Pemulihan (CEPA) antara kedua negara memberikan peluang besar untuk meningkatkan kemitraan ekonomi.

"Kita sudah memiliki CEPA, dan kita melihat bahwa ada potensi yang bisa ditingkatkan terutama di sektor perdagangan dan investasi," ujar Rosan dalam pernyataannya, Rabu (12/11/2025).

Selain itu, Rosan juga menyebutkan bahwa sektor jasa masih menjadi kontributor utama dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia. Hal ini terlihat dari jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya mencapai sekitar 2 juta orang. Namun, ia menilai bahwa keberadaan wisatawan ini masih terpusat di kawasan Bali.

"Hal yang sangat positif, tetapi kita berharap tidak hanya terbatas di Bali, tapi juga ke daerah-daerah lain seperti Labuan Bajo dan wilayah-wilayah lainnya," ucap Rosan.

Di samping sektor pariwisata, Rosan juga menyampaikan rencana pihaknya untuk menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan Australia di berbagai bidang. Ia mengklaim akan mengadakan pertemuan dengan lima perusahaan swasta asal Australia yang telah melakukan investasi di Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan hilirisasi.

"Dua perusahaan di bidang hilirisasi sudah menanamkan modal mereka di Indonesia dan ingin melakukan ekspansi. Kita akan fasilitasi hal tersebut, termasuk di bidang pertanian, khususnya sapi," jelas Rosan.

Lebih lanjut, Rosan menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan ada investasi besar yang melibatkan Danantara, sebuah perusahaan yang berbasis di Australia.

"Ada satu investasi yang mungkin dilakukan oleh Danantara, yang basisnya di sini, dan kita akan segera mengambil langkah-langkah untuk mewujudkannya dalam waktu sangat dekat ini," tutup Rosan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan