Nessie Minta Maaf ke Netizen Jepang dan Hapus Video NCT Dream

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Nessie Minta Maaf ke Netizen Jepang dan Hapus Video NCT Dream


JAKARTA, aiotrade–
Seorang kreator konten dan YouTuber bernama Nessie Judge mengunggah video permintaan maaf kepada netizen Jepang pada Jumat (7/11/2025), setelah kontennya bersama grup K-Pop NCT Dream mendapat kritik keras.

Dalam video berjudul
“NCT Dream di #NERROR Cerita Pengalaman Horor”,
Nessie diketahui menggunakan foto Junko Furuta, korban kasus pembunuhan di Jepang pada 1988, sebagai salah satu elemen dekorasi di latar belakang video tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tindakan itu memicu protes dari warganet Jepang yang menilai Nessie tidak sensitif dan kurang menghormati keluarga korban.

“Halo semuanya, ini Nessie, dan saya telah menuliskan apa yang ingin saya katakan agar tidak ada hal penting yang terlewatkan,” ujar Nessie membuka video permintaan maafnya.

“Saya telah meluangkan waktu untuk merenung dan benar-benar memahami dampak dari apa yang terjadi baru-baru ini,” sambungnya.

Akui Kesalahan dan Janji Evaluasi Tim

Dalam video berdurasi sekitar delapan menit itu, Nessie mengakui kesalahannya. Ia menegaskan bahwa keputusannya menampilkan foto korban tragedi nyata sebagai dekorasi tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Saya baru-baru ini mengunggah video dengan set yang menyertakan foto korban dari kasus kejahatan nyata yang mengerikan pada tahun 1988 di Jepang. Tidak ada alasan untuk kesalahan yang sangat fatal ini, dan saya sangat, sangat menyesal atas rasa sakit yang saya sebabkan,” kata Nessie.

Perempuan berusia 32 tahun itu juga mengakui tindakannya merupakan bentuk kegagalan dalam menunjukkan empati dan rasa hormat terhadap korban, keluarga korban, serta semua pihak yang terdampak.

Atas dasar itu, Nessie menyampaikan bahwa ia telah menghapus seluruh video terkait dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses kerja dirinya dan tim.

“Saya telah menghapus video-video tersebut dan meninjau bagaimana tim saya dan saya akan bekerja. Kami akan memastikan proses yang lebih ketat diterapkan di masa mendatang,” paparnya.

Komitmen untuk Berkarya Lebih Empatik

Di akhir videonya, Nessie berjanji untuk belajar dan memperbaiki diri agar bisa berkarya dengan lebih empatik, penuh rasa hormat, dan pengertian di masa mendatang.

“Kepada semua orang di Jepang, kepada keluarga korban, dan kepada mereka di Indonesia yang kecewa, saya mengucapkan permintaan maaf yang tulus dari lubuk hati saya yang paling dalam,” pungkas Nessie.

Reaksi Publik dan Tanggapan Media

Reaksi publik terhadap video permintaan maaf Nessie cukup beragam. Banyak netizen yang mengapresiasi tindakan Nessie untuk mengakui kesalahan dan bertanggung jawab. Mereka berharap langkah ini menjadi pelajaran berharga bagi para kreator konten lainnya.

Namun, beberapa komentar juga menyebut bahwa permintaan maaf tersebut terlalu lambat dan tidak sepenuhnya mencerminkan pemahaman yang mendalam terhadap dampak yang ditimbulkan.

Beberapa media lokal juga mulai mengangkat isu ini, menyoroti pentingnya kesadaran budaya dan etika dalam membuat konten, terutama ketika melibatkan peristiwa nyata yang sensitif.

Pelajaran yang Diperoleh

Kasus ini menjadi peringatan bagi para kreator konten untuk lebih waspada dalam memilih elemen-elemen yang digunakan dalam video mereka. Terutama ketika mengangkat topik yang berkaitan dengan peristiwa tragis atau korban kekerasan.

Selain itu, kasus ini juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara kreator dan tim produksi dalam memastikan bahwa setiap detail yang digunakan dalam konten tidak menimbulkan rasa tidak nyaman atau merugikan pihak tertentu.

Nessie sendiri kini tengah fokus pada proses evaluasi dan perbaikan diri. Ia berkomitmen untuk tetap menjaga standar kualitas dan etika dalam setiap konten yang ia buat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan