Net Buy Asing Rp 2,48 T: Borong BBRI, BUMI, CDIA, DSSA Jadi Pemberat

admin.aiotrade 07 Des 2025 2 menit 11x dilihat
Net Buy Asing Rp 2,48 T: Borong BBRI, BUMI, CDIA, DSSA Jadi Pemberat


Arus dana asing kembali mengalir ke pasar saham domestik selama periode 1 hingga 5 Desember 2025. Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 2,48 triliun, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 149 miliar.

Kenaikan arus modal asing ini berdampak positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik sebesar 1,46% menjadi 8.632,76. Meskipun aktivitas perdagangan cenderung melandai, penguatan indeks tetap tercatat. Rata-rata nilai transaksi harian turun sebesar 29,61% menjadi Rp 21,34 triliun, sementara volume transaksi susut 8,12% menjadi 46,39 miliar saham.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hingga akhir pekan, kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 1,39% menjadi Rp 15.844 triliun. Aksi beli dari investor asing terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor energi. Salah satu saham yang paling banyak diburu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,75 triliun. Diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan transaksi senilai Rp 4,08 triliun.

Selain itu, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga menjadi incaran dengan transaksi sebesar Rp 3,85 triliun dalam sepekan. Sementara itu, saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan emiten energi PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga masuk dalam daftar lima besar saham dengan nilai transaksi terbesar.

Dari sisi volume, saham PT Sentul City Tbk (BKSL) memimpin dengan transaksi sebanyak 18,9 miliar saham. Disusul oleh BUMI dengan volume 16,7 miliar saham. Saat ini, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga mencatatkan transaksi sekitar 14 miliar saham, menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham berlikuiditas besar.

Namun, di tengah dominasi aksi beli tersebut, beberapa saham memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi pemberat terbesar setelah turun sebesar 7,16%, yang menyeret indeks sebesar 28,88 poin sepanjang pekan. Tekanan juga datang dari saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang mengurangi 7,82 poin dari IHSG. Selain itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga memberikan kontribusi negatif terhadap indeks.

Meski begitu, indeks tetap didukung oleh penguatan sejumlah emiten besar. Saham PT MD Pictures Tbk (FILM) menjadi kontributor positif terbesar dengan menyumbang 25,38 poin setelah harga sahamnya melesat 38,8% dalam sepekan. Kenaikan signifikan juga tercatat pada saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

Saham lain yang turut menopang IHSG adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT United Tractors Tbk (UNTR), yang bersama-sama mengangkat IHSG melalui penguatan harga masing-masing saham. Dengan pergerakan tersebut, minat beli asing diperkirakan masih menjadi katalis penting bagi IHSG pada pekan mendatang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan