Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 247 miliar pada perdagangan Senin (15/12). Saham bank-bank besar, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kembali diburu investor asing.
Berdasarkan data Stockbit, investor asing melakukan transaksi beli bersih di saham BMRI sebesar Rp 211,79 miliar, BBCA Rp 190,71 miliar, dan BBNI Rp 131,98 miliar. Harga saham bank besar ini menghijau pada perdagangan kemarin. Harga saham BMRI naik 3,53% ke level Rp 4.990, BBCA naik 3,75% ke level Rp 8.300, dan BBNI naik 4,72% ke level Rp 4.420.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di sisi lain, investor asing ramai-ramai melepas saham PT Derma Hanwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masing-masing Rp 621,7 miliar dan Rp 210,14 miliar. Harga saham DEWA anjlok 10,74% ke level Rp 540, sedangkan BUMI merosot 6,52% ke level Rp 344.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,13% ke level 8.649 pada perdagangan kemarin. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham sebesar Rp 33,41 triliun dengan volume 58,20 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,59 juta kali.
IPO Superbank (SUPA) Cetak Rekor Lebih 1 Juta Pesanan, Oversubscribe 318,7 Kali
Kinerja Moncer WIFI Berkat Bisnis FTTH, Analis Pasang Target Harga Saham 4.000
Sebanyak 340 saham menguat, 329 saham terkoreksi, dan 132 saham tidak bergerak. Kapitalisasi pasar IHSG kemarin mencapai sebesar Rp 15.816 triliun.
Transaksi saham pada perdagangan kemarin masih didominasi oleh investor domestik yang menguasai 73% transaksi. Investor asing mencatatkan transaksi beli sebesar Rp 8,99 triliun dan transaksi jual Rp 8,74 triliun.
Berikut 10 saham yang gencar diborong asing pada perdagangan kemarin:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 211,79 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 190,71 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 138,32 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 131,98 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 127,75 miliar
- PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) Rp 61,53 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 58,93 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp 48,33 miliar
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 46,84 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 46,53 miliar
Peningkatan minat investor asing terhadap saham perbankan menunjukkan optimisme terhadap sektor perbankan di tengah kondisi pasar modal yang fluktuatif. Saat ini, para investor asing cenderung memilih saham-saham yang memiliki fundamental kuat serta prospek pertumbuhan yang stabil. Hal ini juga didukung oleh kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tersebut yang terus menunjukkan peningkatan.
Selain itu, ada beberapa saham non-bank yang juga mendapat perhatian dari investor asing. Misalnya, saham EMAS (PT Merdeka Gold Resources Tbk) yang naik hingga Rp 138,32 miliar dalam transaksi beli bersih. Ini menunjukkan bahwa minat investor asing tidak hanya terbatas pada sektor perbankan, tetapi juga mencakup sektor tambang dan sumber daya alam.
Sementara itu, ada beberapa saham yang mengalami penurunan signifikan akibat aksi jual besar-besaran dari investor asing. Salah satunya adalah saham DEWA (PT Derma Hanwa Tbk) yang turun 10,74% menjadi Rp 540. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti volatilitas pasar dan perubahan regulasi di sektor bisnis perusahaan tersebut.
Secara keseluruhan, situasi pasar saham pada hari kemarin menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Meskipun indeks IHSG sedikit turun, namun sejumlah saham utama berhasil menunjukkan kinerja yang positif. Dengan adanya transaksi yang dilakukan oleh investor asing, terlihat bahwa pasar masih memiliki potensi untuk pulih dan tumbuh kembali dalam waktu dekat.
Dalam konteks ini, investor perlu memantau perkembangan pasar secara lebih teliti dan memperhatikan berbagai faktor yang dapat memengaruhi kinerja saham. Selain itu, penting bagi investor untuk tetap menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil dalam pengambilan keputusan investasi.