
Pembinaan Kedisiplinan untuk Mencegah Pelanggaran di Sekolah
Pembinaan kedisiplinan menjadi salah satu langkah penting dalam mengatasi siswa yang melanggar aturan di lingkungan sekolah. Salah satu pelanggaran yang sering terjadi adalah penggunaan rokok. Dalam hal ini, peran orangtua sangat krusial karena mereka harus mendukung penerapan aturan agar dapat memutus rantai penggunaan rokok di kalangan pelajar.
Menurut Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, kejadian viral tentang seorang siswa yang ditegur oleh kepala sekolah karena merokok menunjukkan adanya perubahan dalam mental para pelajar. "Saya melihat berita viral soal siswa ditegur kepala sekolah karena merokok di sekolah. Memang saat ini serbasalah, guru menertibkan aturan malah dilaporkan," ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menegaskan bahwa sebagai orangtua, dirinya akan menerima jika anaknya ditegur oleh guru karena melanggar aturan. "Secara pribadi, saya sebagai orangtua kalau anak ditegur guru karena melanggar akan legawa," tambahnya.
Perubahan Mental Pelajar dan Peran Orangtua
Menurut Ngatiyana, mental para pelajar saat ini sudah banyak berubah. "Kalau dulu orangtua menyerahkan anaknya untuk dididik dan dibina oleh guru, sekarang justru banyak yang menentang. Padahal, pendidikan dan pembinaan untuk kebaikan anak agar mandiri dan tidak cengeng," ujarnya.
Ia menekankan bahwa orangtua harus siap menerima sanksi dari sekolah bagi anak yang melanggar aturan. "Tindakan pelajar merokok di lingkungan sekolah tidak dapat dibenarkan. Orangtua harus melihat niat baik guru menegur siswa sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Kalau anak dibiarkan tanpa disiplin, nanti masa depannya bagaimana? Anak perlu dibiasakan menerima teguran. Itu bekal karakter penting," katanya.
Penanganan Pelanggaran Sesuai Tingkat Kesalahan
Ngatiyana menjelaskan bahwa pelajar yang melanggar akan diberi pembinaan sesuai tingkat kesalahan. "Pelanggaran ringan cukup dinasehati. Tapi kalau terlibat kenakalan berat, apalagi melanggar hukum seperti geng motor, akan ditindak tegas aparat penegak hukum," ucapnya.
Orangtua perlu memahami aturan dan sanksi yang diterapkan di sekolah. Bila perlu, dilakukan kesepakatan bersama di awal tahun ajaran. "Orangtua agar tidak terburu-buru membawa persoalan ke ranah hukum, tetapi memahami konteks pendidikan yang lebih luas. Guru adalah mitra orangtua, percayakan anaknya untuk dididik dan dibina. Kalau tiap teguran dianggap kekerasan, nanti anak-anak kehilangan arah," ujarnya.
Pentingnya Kepedulian Orangtua
Dari berbagai pandangan tersebut, terlihat bahwa kedisiplinan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga orangtua. Dengan saling mendukung, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan memiliki karakter yang kuat.