Pemutusan Hubungan Kerja di Kantor Regional Eropa
Nissan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 87 pekerja di kantor regional Eropa yang berada di Prancis. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi global yang diumumkan oleh CEO Ivan Espinosa, dengan target pengurangan 15 persen tenaga kerja perusahaan secara keseluruhan.
Restrukturisasi bertujuan untuk mengatasi tantangan panjang yang dihadapi Nissan, terutama di pasar utama seperti Eropa, agar dapat mengembalikan profitabilitas perusahaan. Selain pemotongan tenaga kerja, restrukturisasi juga mencakup pengurangan kapasitas produksi dunia sebesar 30 persen dan pengurangan jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 fasilitas produksi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada Agustus 2025, Nissan memulai pembicaraan dengan serikat pekerja kantor regionalnya di Montigny-le-Bretonneux, Prancis, tentang perubahan organisasi yang akan mencakup pengurangan 87 posisi. Dokumen perusahaan dan email internal yang bocor mengungkap kesepakatan untuk mempertimbangkan pengunduran diri sukarela terlebih dahulu sebelum menerapkan pemutusan kerja paksa.
Nissan Automotive Europe adalah kantor regional yang membawahi operasi di Afrika, Timur Tengah, India, dan Oseania dengan sekitar 560 karyawan. "Kami bekerja dengan cermat dan penuh hormat bersama semua pihak untuk memastikan proses ini dilakukan dengan transparansi dan mematuhi semua kewajiban hukum," kata Wakil Ketua Nissan untuk wilayah tersebut, Massimiliano Messina.
Rencana Restrukturisasi Global di Bawah CEO Ivan Espinosa

Setelah menjabat sebagai CEO pada April 2025, Ivan Espinosa meluncurkan rencana besar yang dinamakan Re:Nissan. Target utamanya adalah memangkas 15 persen dari total tenaga kerja global, mengurangi kapasitas produksi menjadi 2,5 juta kendaraan per tahun, dan mengurangi pabrik manufaktur dari 17 menjadi 10 unit pada tahun fiskal 2027.
"Dalam menghadapi tantangan kinerja tahun fiskal yang sulit, kami harus memprioritaskan perbaikan diri dengan urgensi dan kecepatan tinggi, berfokus pada profitabilitas yang tidak bergantung hanya pada volume," kata Espinosa.
Langkah ini merupakan respons terhadap penurunan penjualan yang terus berlangsung di pasar penting seperti China, Amerika Serikat, dan Eropa.
Tantangan Pasar dan Target Profitabilitas

Pada Agustus 2025, Nissan mengumumkan penurunan penjualan global sebesar 5 persen pada Juni 2025 menjadi 262.133 kendaraan. Penjualan domestik di Jepang turun 3,7 persen, sementara penjualan internasional turun 5,1 persen. Dalam kondisi pasar yang semakin sulit, Nissan berupaya menyelamatkan posisi keuangan dengan efisiensi dan restrukturisasi.
Espinosa menegaskan peran krusial restrukturisasi ini dalam memastikan kelangsungan Nissan. Strategi ini juga berupaya memangkas biaya tetap dan variabel dengan target penghematan 500 miliar yen (Rp54 triliun).
"Fokus jangka pendek kami adalah memperbaiki perusahaan ini, dengan tujuan mencapai profitabilitas pada tahun fiskal 2026," katanya.
Permasalahan Penjualan di Indonesia
Penjualan Nissan di Indonesia terus mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk persaingan ketat dari merek-merek lain dan perubahan preferensi konsumen. Meskipun demikian, Nissan masih berkomitmen untuk memperkuat posisinya di pasar lokal melalui inovasi dan strategi pemasaran yang lebih baik.
Negosiasi dengan Serikat Pekerja
Nissan telah mulai negosiasi dengan serikat pekerja untuk mengimplementasikan PHK di Eropa. Proses ini dilakukan dengan pendekatan yang transparan dan menghormati hak-hak para pekerja. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya efektif, tetapi juga adil bagi semua pihak yang terlibat.
Pengurangan Kepemilikan Saham di Renault
Nissan juga berencana untuk memangkas kepemilikan sahamnya di Renault guna mendanai inovasi dan pengembangan produk baru. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja finansial perusahaan dan memperkuat posisi Nissan di pasar global.