
aiotrade.CO.ID-JAKARTA.
PT Bank Mega Syariah mencatat kenaikan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) secara tahunan dari 0,91% menjadi 1,00% pada September 2025. Rundi Dhema Perkasa, Risk Management Division Head Bank Mega Syariah mengungkapkan bahwa NPF perseroan masih sangat terjaga hingga kuartal III 2025. Meski mengalami sedikit kenaikan dibanding periode sebelumnya, tingkat NPF bank ini disebut tetap berada jauh di bawah ambang batas ketentuan regulator.
Rundi menjelaskan bahwa kenaikan NPF yang terjadi bersifat sangat kecil dan masih dalam batas wajar. “Kenaikan NPF yang terjadi pada kuartal III ini sebenarnya sangat kecil dan masih berada pada level yang sangat terjaga, di kisaran 1%, jauh di bawah batas ketentuan regulator yaitu 5%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pembiayaan Bank Mega Syariah masih sangat baik dan terkelola dengan prudent,” ujarnya kepada aiotrade.co.id, belum lama ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kontribusi Segmen Multifinance
Segmen multifinance menjadi penyumbang terbesar terhadap NPF Bank Mega Syariah saat ini. Meski demikian, tingkat risiko pada segmen tersebut masih dalam level yang aman. “Kontribusi terbesar terhadap NPF saat ini berasal dari segmen multifinance. Namun tingkat NPF di segmen itu masih sangat terkelola, sekitar 2%, dan masih berada di bawah batas toleransi risiko (risk appetite) yang ditetapkan manajemen serta sesuai ketentuan regulator,” jelasnya.
Bank Mega Syariah optimistis rasio NPF dapat terus dikelola dengan baik hingga akhir tahun. Rundi menegaskan bahwa manajemen telah menyiapkan langkah antisipatif agar tren pembiayaan bermasalah tidak meningkat signifikan. “Bank optimis tren NPF dapat dikelola dan dijaga dalam batas yang sehat hingga akhir tahun,” katanya.
Kebijakan Pengelolaan Risiko
Dalam menjaga kualitas pembiayaan, Bank Mega Syariah menerapkan sejumlah kebijakan pengelolaan risiko secara menyeluruh. Salah satunya dengan menetapkan Risk Acceptance Criteria (RAC) baik untuk keseluruhan portofolio (bankwide) maupun secara khusus pada sektor-sektor prioritas yang menjadi fokus pembiayaan.
Selain itu, dalam proses pemberian pembiayaan, bank juga menjalankan prinsip kehati-hatian secara ketat. “Bank Mega Syariah telah menerapkan prinsip 5C yakni character, capacity, capital, collateral, dan condition, sambil memastikan tata kelola dijalankan sesuai prinsip four eyes principle,” ujar Rundi.
Strategi Manajemen Risiko yang Ketat
Dengan kombinasi manajemen risiko yang ketat dan portofolio pembiayaan yang selektif, Bank Mega Syariah optimistis dapat menjaga kualitas aset tetap solid sekaligus menjaga pertumbuhan yang sehat hingga akhir 2025. Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus memastikan stabilitas dan kualitas layanan keuangan syariah yang diberikan kepada nasabah.
Pengelolaan risiko yang baik menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kinerja keuangan dan reputasi perusahaan. Dengan pendekatan yang proaktif dan sistematis, Bank Mega Syariah siap menghadapi tantangan pasar sambil tetap mempertahankan standar operasional yang tinggi.