Nurul Indarti, Guru Besar Manajemen UGM Pertama, Dulu Dihukum Karena IPK 2,9

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 32x dilihat
Nurul Indarti, Guru Besar Manajemen UGM Pertama, Dulu Dihukum Karena IPK 2,9
Nurul Indarti, Guru Besar Manajemen UGM Pertama, Dulu Dihukum Karena IPK 2,9

Prof. Nurul Indarti: Perjalanan Menuju Guru Besar yang Penuh Inspirasi

Prof. Nurul Indarti telah mencatat sejarah sebagai guru besar perempuan pertama dalam bidang manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia dikukuhkan pada 27 Agustus 2024 lalu, sebuah momen yang menjadi bukti perjuangan dan dedikasi beliau dalam dunia pendidikan dan akademis.

Latar Belakang dan Perjalanan Akademis

Nurul Indarti lahir di Yogyakarta pada tahun 1976. Ia menyelesaikan seluruh jenjang pendidikannya di kota ini. Setelah lulus S1 dari Fakultas Ekonomi UGM pada tahun 1998 dengan predikat cumlaude, ia langsung melanjutkan karier sebagai dosen di almamaternya sejak Desember 1998.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selama masa studinya, Nurul menghadapi tantangan yang tidak mudah. Di semester awal kuliah, ia sempat meraih IPK hanya 2,97 karena terlalu aktif dalam kegiatan organisasi dan kurang serius dalam menjalani perkuliahan. Namun, ia kemudian menyadari kesalahan tersebut dan mulai fokus pada studi. Dengan komitmen yang kuat, ia berhasil meningkatkan hasil akademiknya dan menyelesaikan studi S1 dengan predikat memuaskan.

Setelah lulus, Nurul melanjutkan studi S2 di Norwegia dan meraih gelar Master of Business Administration (Sivilokonom) pada tahun 2002. Ia juga mendapatkan gelar Master of Science in Strategic and Operations Management (Candidata Mercatoria) dari Norwegian School of Economics and Business Administration pada tahun 2003. Pada tahun 2010, Nurul berhasil meraih gelar Doktor (Ph.D) dalam bidang Knowledge Management and Innovation dari University of Groningen, Belanda.

Perjalanan Menuju Jabatan Guru Besar

Proses pengukuhan sebagai guru besar tidak berjalan mulus bagi Nurul. Ia mengajukan usulan pada 2017 namun belum lolos di tingkat universitas. Tahun 2019, ia kembali mengajukan usulan dan akhirnya resmi mendapatkan SK guru besar pada 2020.

“Guru besar itu bukan tujuan, tetapi konsekuensi dari menjalankan tanggung jawab dengan baik sebagai dosen,” ujarnya. Nurul menekankan bahwa jabatan ini adalah hasil dari konsistensi dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah tanggung jawab yang semakin besar, Nurul tetap berkomitmen untuk terus memproduksi pengetahuan melalui penelitian, menyebarkan hasilnya melalui publikasi dan pengajaran, serta menerapkannya dalam aktivitas pengabdian kepada masyarakat.

Fokus pada Kewirausahaan Kelompok Marjinal

Nurul dikenal sebagai dosen yang memiliki fokus khusus pada kewirausahaan, khususnya dari kelompok marjinal seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar, ia menyampaikan tema “Melihat Kewirausahaan dari Pinggiran: Perspektif Etnis, Perempuan, dan Sosial”.

Menurut Nurul, kewirausahaan etnis, perempuan, dan sosial sering kali dipinggirkan atau termarginalisasi karena berbagai faktor struktural dan kultural. Kelompok ini menghadapi berbagai hambatan yang membatasi akses mereka terhadap peluang dan sumber daya.

Ia menjelaskan bahwa kewirausahaan yang termarginalisasi bukan hanya tentang penciptaan usaha baru, tetapi juga tentang pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi kelompok-kelompok yang kurang terwakili. Dengan memahami tantangan dan hambatan yang dihadapi, strategi yang lebih inklusif dapat dikembangkan untuk mendukung partisipasi mereka dalam ekosistem kewirausahaan.

Kontribusi dalam Pendidikan dan Penelitian

Nurul telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum kewirausahaan di FEB UGM. Pada tahun 2004, ia membuat kurikulum kewirausahaan menjadi wajib bagi mahasiswa program sarjana prodi manajemen. Di Magister Manajemen UGM, ia mengembangkan konsentrasi kewirausahaan pada 2011. Selain itu, ia juga menginisiasi kurikulum keberlanjutan dalam program Master in Sustainability Development and Management (MASUDEM) MM FEB UGM.

Dengan jabatan sebagai guru besar, Nurul semakin sadar akan tanggung jawab yang harus diemban. Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan