
Pelatihan Kerja Berbasis Limbah Batu Bara di Lapas Nusakambangan
Di Pulau Nusakambangan, Cilacap, warga binaan kini diberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan baru yang sangat berharga. Melalui program pelatihan kerja, mereka diajarkan bagaimana mengolah limbah batu bara menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi tinggi. Limbah tersebut, yaitu Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), merupakan sisa pembakaran dari PLTU Adipala. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) bekerja sama dengan PT PLN (Persero).
Program ini dilaksanakan melalui workshop FABA yang dibangun di lahan tidur Pulau Nusakambangan. Di tempat ini, para warga binaan dilatih untuk memproduksi berbagai jenis produk seperti batako, paving block, roaster, hingga buis beton. Proses produksi ini tidak hanya memberikan penghasilan tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang bisa mereka manfaatkan setelah bebas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Inisiatif ini menandai perubahan signifikan dalam citra Lapas Nusakambangan. Dulu, pulau ini dikenal sebagai tempat penahanan yang menakutkan, kini berubah menjadi pusat pemberdayaan yang produktif. Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi PLN dalam program ini. Ia menjelaskan bahwa program ini menjadi model pelatihan kerja yang sedang digalakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
"Program ini merupakan model pelatihan kerja yang sedang kami galakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat," ujar Agus dalam rilis yang diterima aiotrade.app, Jumat (17/10/2025).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa pemanfaatan FABA menciptakan peluang ekonomi sirkuler sekaligus solusi lingkungan. Workshop FABA kini dilengkapi dua unit mesin yang memungkinkan produksi dalam skala besar. Menurut Darmawan, potensi bisnis dari workshop ini sangat besar.
"Workshop berpotensi menghasilkan omzet hingga Rp5,4 miliar per tahun," kata Darmawan. Dengan kapasitas produksi mencapai 2 juta paving block dan 1 juta batako per tahun, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja serta menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif.
Sebanyak 30 warga binaan telah aktif dan terampil dalam memproduksi olahan FABA. Darmawan optimistis jumlah ini akan terus bertambah. Warga binaan seperti Kevin Ruben Rafael dan Listianto menyampaikan rasa syukur atas ilmu yang mereka peroleh, berharap keterampilan ini dapat menjadi modal kemandirian setelah bebas.
"Kami sangat terkesan dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa," tutup Darmawan.