Nusra Azis Meninggal, Ketua Bawaslu Sulsel: Kehilangan Panutan

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Nusra Azis Meninggal, Ketua Bawaslu Sulsel: Kehilangan Panutan
Nusra Azis Meninggal, Ketua Bawaslu Sulsel: Kehilangan Panutan

Kabar Duka: Mantan Anggota KPU Sulsel Meninggal Dunia

Kabar duka menyelimuti keluarga besar penyelenggara pemilu di Sulawesi Selatan. Dr St Nusra Azis, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan, meninggal dunia di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar pada hari Minggu (26/10/2025) pagi. Kepergian almarhumah meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi rekan-rekannya di berbagai lembaga penyelenggara pemilu, termasuk Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Mardiana Rusli.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mardiana Rusli mengungkapkan rasa sedihnya setelah menerima kabar duka tersebut. “Saya baru saja mendapatkan kabar. Innalillahi wainnailaihi rojiun, ya Allah,” ujarnya dengan suara lirih saat dihubungi.

Ia mengenang sosok almarhumah sebagai seseorang yang sangat berdedikasi dan teguh dalam memegang prinsip keadilan dalam penyelenggaraan pemilu. Ana, panggilan akrab Mardiana, mengatakan bahwa ia mengenal baik Nusra Azis sejak lama.

“Beliau itu orang yang sangat berdedikasi dan teguh memegang prinsip keadilan dalam penyelenggaraan pemilu,” katanya.

Ana terakhir kali bertemu dengan Nusra Azis pada tahun 2025 dalam sebuah acara pernikahan. “Terakhir kami bertemu itu di acara pernikahan,” tuturnya. Ia tidak menyangka bahwa pertemuan tersebut menjadi yang terakhir.

Di mata Ana, almarhumah dikenal sebagai figur konsisten dan berpengalaman dalam dunia kepemiluan.

“Beliau pernah menjadi komisioner KPU Selayar, lalu melanjutkan pengabdiannya di KPU Provinsi Sulsel. Setelah tidak menjabat, beliau tetap aktif mengawal proses demokrasi, menjadi konsultan politik, dan banyak membantu penyelenggara,” ujarnya.

Menurut Ana, dedikasi almarhumah dalam menjaga demokrasi dan menegakkan keadilan patut dijadikan teladan.

“Beliau sangat konsisten menjaga demokrasi dengan baik. Sosoknya tenang, cerdas, dan penuh semangat mengabdi,” ungkapnya.

Suara bergetar, Ana menyampaikan belasungkawa mendalam. “Saya tidak tahu apa yang harus saya sampaikan. Saya mau menangis. Saya dan keluarga besar Bawaslu Sulsel menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutupnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan