Komentar Mantan Presiden AS terhadap Penembakan Terhadap Donald Trump
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, akhirnya angkat bicara terkait insiden penembakan yang menimpa mantan Presiden AS, Donald Trump. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah acara makan malam resmi di Washington DC. Insiden tersebut langsung mengguncang publik dan memicu kekhawatiran soal stabilitas keamanan politik di Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Barack Obama mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk teror yang tidak dapat dibenarkan dalam sistem demokrasi. Obama menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik seharusnya tidak pernah berujung pada tindakan brutal yang mengancam nyawa. Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi hanya dapat berjalan sehat jika semua pihak menjunjung tinggi hukum dan nilai kemanusiaan.
Menurutnya, insiden ini menjadi pengingat serius bahwa retorika politik yang panas bisa berdampak nyata di lapangan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri serta tidak memperkeruh suasana dengan spekulasi atau provokasi. Di tengah meningkatnya polarisasi politik, Obama menilai pentingnya memperkuat persatuan nasional dan menjaga ruang dialog yang konstruktif.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan global, sekaligus menambah tekanan bagi aparat keamanan untuk mengusut tuntas motif di balik insiden tersebut. Seperti diketahui, Barack Obama mengomentari penembakan yang menimpa Presiden AS Donald Trump. Sehari setelah peristiwa penembakan, Politisi Partai Demokrat AS itu menyinggung soal motif pelaku penembakan.
Hal itu disinggung Obama di akun X miliknya pada Minggu (26/4/2026) atau sehari setelah insiden. Kata Obama, meski hingga kini warga AS belum mengetahui motif penembakan di acara yang dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump, namun semuanya wajib mengecam aksi teror tersebut. "Meskipun kita belum memiliki detail tentang motif di balik penembakan tadi malam di acara White House Correspondents Dinner, kita semua wajib menolak gagasan bahwa kekerasan memiliki tempat dalam demokrasi kita," tulis Obama.
Pria yang pernah tinggal di Menteng, Jakarta Pusat Ini juga mengapresiasi keberanian agen secret service yang tertembak demi melindungi Kepala Negara. Sebagai mantan Presiden AS, Obama berterima kasih kepada para agen secret service dan bersyukur bahwa korban penembakan dalam kondisi yang membaik. "Ini merupakan pengingat yang menyedihkan tentang keberanian dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh Agen Dinas Rahasia AS setiap hari. Saya berterima kasih kepada mereka dan bersyukur bahwa agen yang tertembak akan baik-baik saja," jelasnya.
Detail Insiden Penembakan
Sebelumnya insiden penembakan terhadap Presiden AS Donald Trump terjadi pada hari Sabtu (25/4/2026) waktu setempat di dalam Washington Hilton, Washington DC, AS. Seorang pria bersenjata menyerbu pos pemeriksaan Secret Service di tengah acara yang dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump.

Saat acara ramah tamah, Melania pun terlihat panik mendengar suara ledakan dari senjata api. Melania terlihat langsung sembunyi di bawah meja bersama suaminya sebelum dievakuasi oleh agen Secret Service. Trump bahkan sempat tersandung dan terjatuh ketika dievakuasi oleh Secret Service. Sementara ratusan tamu yang hadir dengan panik sembunyi di bawah kolong meja.
Dimuat ABC insiden penembakan terjadi sekitar pukul 20.36 waktu setempat. Saat itu seorang tersangka tunggal yang bersenjata senapan, pistol, dan beberapa pisau menyerbu area lobi hotel dan mencoba menerobos pos pemeriksaan Secret Service. Namun pelaku segera dicegat oleh agen Secret Service, dan terjadi baku tembak. Para pejabat mengatakan tersangka dengan cepat berhasil dilumpuhkan dan dibawa ke tahanan. Ia dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan dan tidak terkena tembakan.
Seorang petugas Secret Service tertembak saat mengenakan perlengkapan pelindung selama baku tembak tersebut, tetapi selamat berkat rompi anti peluru yang dikenakannya. Usai insiden penembakan, Donald Trump membuat pernyataan. Trump menjelaskan bahwa anak buahnya dari Secret Service sempat di tempat dari jarak dekat. Namun untungnya ada rompi antipeluru yang melindungi agen tersebut.
Dia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi anti peluru itu berhasil melindunginya, kata Trump kepada wartawan di Ruang Konferensi Pers Gedung Putih. Kata Trump, kondisi agen Secret Service tersebut pun dalam kondisi baik. Trump juga memuji keberanian agen tersebut dalam melindunginya. Saya baru saja berbicara dengan petugas itu, dia dalam kondisi baik, semangatnya sangat tinggi.