Oca Fahira, Selebgram Sambas Kalbar Tewas Terlindas Truk 3 Hari Usai Wisuda, Usia 22 Tahun

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Oca Fahira, Selebgram Sambas Kalbar Tewas Terlindas Truk 3 Hari Usai Wisuda, Usia 22 Tahun

Mengenang Oca Fahira, Selebgram Kalimantan Barat yang Meninggal dalam Kecelakaan Maut

Oca Fahira adalah sosok yang dikenal sebagai selebgram asal Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Ia meninggal dunia setelah terlindas truk dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Sungai Batang KM 51.900, jalur Mempawah–Sungai Pinyuh, pada Selasa (30/9/2025) sore. Kejadian ini terjadi tiga hari setelah ia melangsungkan wisuda dari Politiknik Negeri Pontianak (Polnep).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Profil Oca Fahira

Sebagai seorang konten kreator, Oca Fahira aktif di media sosial dan memiliki banyak pengikut di wilayah Kalbar. Ia berusia 22 tahun dan baru saja lulus sebagai Sarjana Terapan Akuntansi dari Politeknik Negeri Pontianak. Di Instagramnya, ia memiliki 11,2 ribu pengikut.

Oca sering membagikan foto Ootd (outfit of the day) dan mempromosikan skincare. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pribadi yang hangat dan inspiratif bagi banyak anak muda di Kalimantan Barat. Kabar duka ini mengundang banyak simpati dari masyarakat dan pengikutnya di media sosial.

Ucapan duka juga disampaikan melalui media sosial instagram @mediapolnep. Dalam pesannya, keluarga besar Politeknik Negeri Pontianak menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Oca Fahira (Lulusan S.Tr. Akuntansi tahun 2025). “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un. Keluarga Besar Politeknik Negeri Pontianak Turut berduka cita atas wafatnya Oca Fahira... Semoga Allah Subhanahu Wa Taála menerima amal ibadahnya dan mendapatkan tempat terbaik di Jannah-Nya. Aamiin,” tulis akun tersebut.

Kabar meninggalnya Oca juga menghentak keluarga besarnya di Pemangkat Sambas. Sosoknya yang ramah dan penuh perhatian kini tak lagi bisa menyapa. Jenazah Oca dibawa ke rumah duka di Pemangkat untuk dimakamkan.

Kronologi Kecelakaan

Oca dikabarkan tewas seketika dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Sungai Batang KM 51.900, jalur Mempawah–Sungai Pinyuh, Selasa 30 September 2025 sore WIB. Motor Honda Vario yang dikendarai Oca Fahira tergelincir hingga masuk ke jalur berlawanan, dan bertabrakan dengan truk trailer yang melaju dari arah berlawanan. Benturan keras itu merenggut nyawanya di tempat kejadian.

Kasat Lantas Polres Mempawah, Iptu Tanti Putri Maharani, membenarkan peristiwa ini. Dari hasil olah TKP, motor yang dikendarai Oca diduga hilang kendali setelah tergelincir, sehingga tak sempat lagi menghindari truk trailer bernomor polisi KB 8459 AL. “Jaraknya sudah terlalu dekat. Pengemudi truk tidak sempat menghindar sehingga tabrakan tak terelakkan,” ungkap Iptu Tanti.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat betapa berharganya kewaspadaan di jalan raya. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan, menjaga kecepatan, serta berhati-hati terutama di jalur padat lalu lintas. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan diri jika kondisi jalan licin atau cuaca tidak mendukung,” tutup Iptu Tanti.

Hendak Pulang Kampung

Galih, kerabat dekat korban, mengaku terkejut mendengar kabar Oca Fahira mengalami kecelakaan di wilayah Mempawah. “Saya baru saja sampai bandara Supadio Kubu Raya, mau pulang ke Pemangkat, saya terkejut baca informasi di WA grup keluarga,” kata Galih, Selasa 30 September 2025 malam.

Galih menyebutkan, keponakannya itu dikabarkan mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan Pontianak ke kampung halamannya, Pemangkat. “Rasanya sangat berduka, saya baru datang ke Pemangkat sudah ada berita duka,” kata Galih, yang masih punya hubungan sepupu dengan korban.

Galih bercerita, kalau dirinya sempat mengobrol panjang dengan ayah korban sebelum kejadian duka ini menimpa keluarga. “Iya saya sebelumnya pergi ke Jakarta, beberapa hari lalu, sebelum berangkat sempat ngobrol lama dengan bapak Oca,” katanya. Dia menyebutkan, bahwa korban Oca Fahira merupakan warga Desa Harapan, Kecamatan Pemangkat. Kedua orang tuanya asli warga Pemangkat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan