
OTORITAS Jasa Keuangan atau OJK melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 3.494 laporan dari masyarakat terkait modus penipuan daring love scam sepanjang 2025. Modus penipuan berkedok asmara ini dijalankan oleh sindikat yang juga terkoneksi secara global.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Frederica Widyasari Dewi menyatakan love scam jadi salah satu tema edukasi masyarakat yang gencar dilakukan. “Data sampai dengan akhir tahun lalu, IASC telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat yang terkena scam melalui modus ini dengan total kerugian yang cukup besar, yaitu sebesar Rp 49,198 miliar,” ucapnya dalam konferensi pers rapat dewan komisioner bulanan OJK, Jumat, 9 Januari 2026.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Friederica, love scam adalah salah satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat jumlahnya dan dilakukan secara global oleh berbagai sindikat. Di Indonesia, kasus yang sedang jadi sorotan adalah terbongkarnya sindikat love scamming di Yogyakarta.
Para penipu atau scammer mengincar korban di berbagai belahan dunia dengan memanfaatkan koneksi internet dan beragam aplikasi. Kondisi ini membuat OJK mengategorikan jenis kejahatan ini sebagai ancaman lintas batas negara pada level yang sangat tinggi.
Frederica menjelaskan modus yang dilakukan pelaku adalah dengan memanipulasi emosi korban agar mereka merasa sedang menjalin hubungan asmara. Setelah terperangkap, korban secara sukarela mengirimkan uang karena percaya pada hubungan spesial yang dijalani.
Akibatnya, korban tidak hanya menderita kerugian finansial yang besar saja. Dampak lainnya adalah hancurnya kondisi psikologis akibat manipulasi emosional. “Ini juga yang salah satu yang sulit disembuhkan karena melibatkan emosi secara mendalam seperti itu,” ucap Friederica.
Selain modus love scam, OJK juga menerima laporan penipuan keuangan lainnya. Sepanjang 2024-2025, IASC telah menerima 411.055 laporan. Total kerugian dana korban yang telah dilaporkan dari scam sebesar Rp 9 triliun dan total dana yang berhasil diblokir dari rekening penipuan sebesar Rp 402,5 miliar.