
Pertumbuhan Investor Pasar Modal di Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa jumlah investor di pasar modal telah mencapai 20,2 juta single investor identification (SID) per 23 Desember 2025. Dari total investor tersebut, mayoritas berasal dari kalangan usia muda. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam partisipasi masyarakat terhadap pasar modal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap menjelaskan bahwa realisasi hingga 23 Desember 2025 mencerminkan kenaikan sebesar 5,34 juta SID baru dibandingkan target yang ditetapkan pada awal tahun. Selain itu, pertumbuhan tahunan (YoY) tercatat sebesar 35,88% dibandingkan dengan 14,87 juta SID pada tahun lalu.
“Perkembangan ini juga menunjukkan keberhasilan upaya inklusi keuangan yang telah kita lakukan bersama-sama,” ujarnya saat ditemui wartawan di BEI, Selasa (30/12/2025).
Komposisi Usia Investor
Dari sisi komposisi usia, investor ritel dengan usia kurang dari 30 tahun mendominasi total investor Tanah Air dengan persentase sebesar 54,23%. Berikut rincian komposisi usia investor:
- Investor berusia 31–40 tahun: 24,88%
- Investor berusia 41–50 tahun: 12,31%
- Investor berusia 51–60 tahun: 5,69%
- Investor berusia lebih dari 60 tahun: 2,89%
Meskipun jumlah investor muda lebih besar, total aset yang dimiliki oleh kelompok usia tersebut justru lebih rendah dibandingkan investor yang lebih tua. Investor dengan usia lebih dari 60 tahun memiliki total aset sebesar Rp1.201 triliun, sementara investor dengan kelompok usia kurang dari 30 tahun hanya memiliki Rp80,57 triliun.
“Ini menunjukkan potensi besar terhadap generasi muda kita dalam mendorong perkembangan pasar modal di masa depan,” tambahnya.
Demografi Investor
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa demografi investor sepanjang 2025 didominasi oleh laki-laki dengan persentase sebesar 66,35%. Jumlah investor pasar modal resmi melampaui 20 juta, tepatnya mencapai 20.042.365 SID per Rabu (17/12/2025).
Angka jumlah investor ini melonjak 34,8% secara tahunan (year on year/YoY), atau bertambah 5,17 juta SID dibandingkan posisi akhir 2024. Lonjakan juga terjadi pada investor saham yang mencapai 8,46 juta SID, meningkat 32,6% YoY.
Rekor di Pasar Modal
Pencapaian ini beriringan dengan rekor lain di pasar modal. Di pasar saham misalnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak 24 rekor baru sepanjang tahun. Hingga pertengahan Desember 2025, rata-rata nilai transaksi harian juga berada di kisaran Rp17,67 triliun atau setara US$1,07 miliar, menempatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kelompok billion dollar exchange dunia.