
Tren Positif Pasar Saham Indonesia pada Oktober 2025
Pasar modal domestik kembali menunjukkan tren positif pada bulan Oktober 2025. Hal ini didorong oleh perbaikan sentimen global dan kinerja perekonomian dalam negeri yang tetap stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8163, dengan kenaikan sebesar 1,28% secara bulanan atau 15,31% secara tahunan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa peningkatan ini terjadi karena berbagai faktor yang mendukung stabilitas pasar. Selain itu, kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai level tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) senilai Rp15.560 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) juga mencapai rekor baru, yaitu sebesar Rp25,06 triliun.
Peran Investor Domestik dalam Penguatan Pasar
Meski investor asing masih mencatatkan transaksi jual bersih sebesar Rp41,79 triliun sepanjang tahun ini, transaksi saham pada Oktober 2025 tetap didominasi oleh investor domestik. Penyumbang utama dalam pertumbuhan pasar adalah investor individu domestik yang turut berkontribusi pada peningkatan RNTH.
Investor asing melakukan transaksi beli sebesar Rp179,61 triliun dan transaksi jual sebesar Rp166,63 triliun selama bulan Oktober 2025. Meskipun demikian, jumlah investor asing di pasar modal Indonesia mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertumbuhan Jumlah Investor di Pasar Modal
Selama Oktober 2025, tercatat penambahan sebanyak 520.000 investor baru di pasar modal Indonesia. Sehingga, total penambahan investor baru sepanjang tahun 2025 mencapai 4,31 juta orang. Dengan demikian, jumlah investor di pasar modal Indonesia menjadi 19,18 juta orang per Oktober 2025, meningkat sebesar 29,01 persen secara tahunan.
Pembelian Saham Oleh Investor Asing pada Emitter Blue Chip
Meski transaksi saham lebih didominasi oleh investor domestik, investor asing mulai memborong saham-saham emiten blue chip. Berikut daftar emiten yang banyak dibeli oleh investor asing berdasarkan data dari Stockbit:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp849 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp493,26 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp358,91 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp294,2 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp266,67 miliar
Kondisi Pasar Saham yang Dinamis
Dalam beberapa bulan terakhir, IHSG berhasil melewati berbagai tantangan dan mencatatkan kenaikan signifikan. Beberapa saham seperti CDIA, PTRO, dan CUAN mengalami kenaikan tajam, meskipun ada juga saham yang mengalami penurunan akibat tekanan dari transaksi jual oleh investor asing.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah investor dan peningkatan aktivitas pasar, OJK terus memantau kondisi pasar untuk memastikan kestabilan dan kesehatan sistem keuangan nasional. Dengan adanya peningkatan minat dari investor baik domestik maupun asing, pasar modal Indonesia terus menunjukkan potensi besar untuk berkembang lebih lanjut.