
Pertumbuhan Aset Industri Dana Pensiun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan total aset industri dana pensiun mencapai Rp 1.622,78 triliun per September 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,18 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Dalam konferensi pers yang diadakan secara daring, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menjelaskan bahwa untuk program pensiun sukarela, total aset mencapai Rp 397,83 triliun dengan pertumbuhan sebesar 4,47 persen yoy.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sementara itu, untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp 1.224,95 triliun atau tumbuh sebesar 9,44 persen (yoy).
Kinerja Industri Asuransi
Dari sisi industri asuransi, per September 2025, total aset mencapai Rp 1.181,21 triliun atau naik 3,39 persen (yoy). Untuk asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp 958,54 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,91 persen (yoy).
Pendapatan premi pada periode Januari-September 2025 mencapai Rp 246,34 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 0,38 persen (yoy). Lebih rinci, pendapatan tersebut terdiri dari premi asuransi jiwa yang terkontraksi sebesar 2,06 persen yoy dengan nilai sebesar Rp 132,85 triliun. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh sebesar 3,38 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp 113,49 triliun.
Kondisi Keuangan Industri Asuransi
Secara umum, Ogi menyampaikan bahwa permodalan industri asuransi komersial masih dalam kondisi solid. Industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat melaporkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 481,94 persen dan 326,38 persen (di atas threshold sebesar 120 persen).
Kinerja Asuransi Non-Komersial
Untuk asuransi non-komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan atau badan dan program jaminan kesehatan nasional dan BPJS Ketenagakerjaan badan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, atau jaminan kehilangan pekerjaan. Serta program asuransi ASN, TNI, dan POLRI terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, total aset tercatat sebesar Rp 222,67 triliun atau tumbuh sebesar 1,21 persen (yoy).
Penutup
Dengan pertumbuhan yang signifikan, baik dalam industri dana pensiun maupun asuransi, OJK terus memantau dan mengawasi perkembangan sektor jasa keuangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan stabilitas dan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai program perlindungan dan jaminan sosial.