OJK: Energi Terbarukan Jadi Pilihan Investasi Dana Pensiun

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
OJK: Energi Terbarukan Jadi Pilihan Investasi Dana Pensiun


Kementerian Keuangan Dorong Dana Pensiun Berinvestasi di Energi Terbarukan

Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan keberlanjutan investasi dana pensiun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong lembaga dana pensiun (dapen) untuk mempertimbangkan instrumen energi terbarukan sebagai alternatif investasi. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah dana yang dikelola oleh industri dana pensiun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, menjelaskan bahwa instrumen energi terbarukan dapat menjadi pilihan bagi dana pensiun dalam berinvestasi. Namun, ia menyoroti bahwa tantangan utama adalah memastikan ketersediaan produk atau instrumen tersebut di pasar.

"Tinggal produknya itu tersedia atau tidak. Sebab, hal itu menjadi alternatif bagi dapen untuk investasi. Tentunya dengan renewable energy, ada insentif-insentif yang diberikan. Dengan demikian, bisa menjadi opsi bagi dapen," ujar Ogi saat konferensi pers di kawasan Alam Sutra, Tangerang, Kamis (23/10/2025).

Selain itu, Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria Kemenkeu, Ihda Muktiyanto, menyampaikan bahwa Indonesia dapat belajar dari Norges Bank, salah satu pengelola dana pensiun terbesar di dunia. Menurutnya, portofolio yang dikelola oleh Norges Bank menunjukkan adanya diversifikasi yang baik dan mulai bergerak menuju instrumen-instrumen yang berbasis infrastruktur energi terbarukan.

"Kalau dilihat, makin meningkatnya aset dana pensiun, Indonesia bisa mempertimbangkan portofolio ke instrumen yang berorientasi jangka panjang dengan keberlanjutan. Instrumen energi baru dan terbarukan, hijau, serta instrumen ramah lingkungan lainnya, itu bisa menjadi pilihan investasi," ujar Ihda saat menghadiri acara di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (23/10/2025).

Menurut Ihda, instrumen investasi energi terbarukan bukan hanya memiliki return (imbal hasil) yang cukup baik, tetapi juga selaras dengan agenda transisi hijau di Indonesia. Dalam paparannya, Kemenkeu mencatat bahwa Norges Bank telah menempatkan investasi di instrumen infrastruktur energi terbarukan sebesar 0,1% dengan nilai mencapai US$ 2,23 miliar dari total investasinya. Hal ini menunjukkan bahwa Norges Bank sudah menerapkan strategi diversifikasi ke instrumen yang mendukung keberlanjutan.

Tidak tanpa alasan, Kemenkeu mendorong dana pensiun untuk berinvestasi di energi terbarukan. Ihda menyoroti bahwa mayoritas alokasi investasi dana pensiun sukarela saat ini masih sangat terkonsentrasi pada instrumen yang bersifat fixed income, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito.

Sebagai informasi, berdasarkan data statistik OJK, total investasi dana pensiun secara gabungan mencapai Rp 380,32 triliun per Juli 2025. Benar saja, mayoritas didominasi instrumen SBN dan deposito dengan nilai investasi mencapai Rp 138 triliun dan Rp 101,64 triliun.

Strategi Investasi Jangka Panjang

Berikut beberapa langkah yang dapat diambil oleh dana pensiun dalam mengalokasikan dana mereka:

  • Meningkatkan diversifikasi portofolio dengan memasukkan instrumen energi terbarukan
  • Memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah untuk investasi ramah lingkungan
  • Mengikuti contoh lembaga pengelola dana pensiun besar seperti Norges Bank
  • Mengurangi ketergantungan pada instrumen fixed income seperti SBN dan deposito

Dengan strategi ini, dana pensiun diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang lebih baik sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan