
Upaya OJK dalam Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperluas akses dan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai keuangan. Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK telah menjalankan berbagai program edukasi yang mencakup berbagai kalangan masyarakat.
Kegiatan Edukasi Keuangan yang Luas
Selama periode Januari hingga 30 November 2025, OJK telah menyelenggarakan sebanyak 6.099 kegiatan edukasi keuangan. Kegiatan ini berhasil menjangkau 9,34 juta peserta di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui berbagai metode, termasuk pertemuan langsung dan online, serta melalui publikasi digital.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan. Ia juga menekankan bahwa edukasi ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga untuk membantu masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak.
Implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN)
Selain kegiatan edukasi tersebut, OJK juga aktif dalam mendorong implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Gerakan ini merupakan kolaborasi antara OJK dengan pelaku usaha jasa keuangan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan aspek keuangan.
Dalam penerapannya, GENCARKAN dilakukan melalui 55.941 program yang telah menjangkau lebih dari 280 juta peserta. Program ini dilaksanakan baik secara offline maupun online, serta melalui berbagai bentuk publikasi digital. Hal ini menunjukkan komitmen OJK dalam menjaga keterlibatan masyarakat dalam proses edukasi keuangan.
Buku Saku Literasi Keuangan untuk Pekerja Migran
Untuk memperluas cakupan edukasi keuangan, OJK bekerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Bank Indonesia dalam menghadirkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia. Buku ini dirancang untuk memberikan panduan praktis kepada para pekerja migran mengenai pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Buku ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan bahwa pekerja migran memiliki pemahaman yang cukup mengenai keuangan, sehingga mereka dapat menjaga kestabilan finansial saat bekerja di luar negeri.
Edukasi Keuangan untuk TNI
Selain itu, OJK juga melakukan edukasi keuangan kepada jajaran prajurit TNI Kodam 12 Tanjungpura. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan TNI dan Kodam 12 Tanjungpura. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para prajurit tentang manajemen keuangan, agar mereka dapat mengelola dana dengan lebih baik.
Friderica menekankan bahwa edukasi keuangan bukan hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga untuk berbagai kelompok lain seperti militer. Hal ini menunjukkan bahwa OJK terus berupaya untuk mencakup berbagai lapisan masyarakat dalam program edukasinya.
Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas DWP Pusat
OJK juga turut serta dalam kegiatan Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas DWP Pusat 2025 yang diselenggarakan bersama pengurus Persit Kartika Chandra Kirana dan Dharma Wanita Persatuan Pusat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan anggota DWP dalam memahami aspek keuangan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para anggota DWP dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan masing-masing.