
aiotrade.app.CO.ID, BANYUMAS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap dampak besar dari aksi scam yang marak terjadi belakangan ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi atau Kiki menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas pemberantasan aktivitas keuangan ilegal (Satgas Pasti). Satuan tugas ini terdiri dari 23 kementerian/lembaga serta anti-scram center.
Kiki merespons cerita Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang menjadi korban deepfake dengan penggunaan wajah dirinya sebagai modus scam. Ia menekankan bahwa anti-scram center menjadi opsi utama yang harus segera dilakukan saat masyarakat terkena jebakan scam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Jadi kalau tadi Pak Bupati cerita temannya kena scam atau mungkin beliau juga kena scam, laporkan ke Indonesia anti-scram center,” ujar Kiki dalam acara Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2025 di Rita Supermall, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (18/10/2025).
Sejak dibentuk satu tahun lalu, Kiki menyebut jumlah pelaporan scam cukup tinggi. Ia menyebutkan hingga saat ini terdapat 300 ribu laporan scam dari masyarakat.
“Ini hampir setahun usianya. Total kerugian masyarakat sudah Rp7 triliun. Kita masih bekerja supaya bisa lebih maju, lebih cepat, bisa menyelamatkan uang masyarakat,” ucap Kiki.
Kiki menjelaskan bahwa anti-scram center terintegrasi dengan kepolisian sehingga masyarakat tidak perlu melapor dua kali ke anti-scram center dan kepolisian. Menurutnya, optimalisasi penanganan laporan sangat bergantung dari cepatnya laporan yang diberikan masyarakat.
Ia juga mendorong Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady untuk lebih masif menggelar edukasi terkait pencegahan scam. Hal ini bertujuan agar masyarakat Purwokerto dan Banyumas dapat meningkatkan kesadaran agar tidak menjadi korban dari berbagai scam.
“Bayangkan tadi Rp7 triliun uang masyarakat yang hilang, kalau itu masuk menjadi misalnya membeli saham di pasar modal, di Bursa Efek Indonesia, atau ditabung di bank-bank di Banyumas, uang itu bisa memutar untuk ekonomi masyarakat dan membangkitkan sektor ekonomi dengan sangat pesat,” kata Kiki.
Langkah-Langkah Pencegahan Scam
Berikut beberapa langkah penting yang dapat diambil masyarakat untuk mencegah diri dari aksi scam:
-
Waspadai permintaan informasi pribadi
Jangan pernah memberikan data pribadi seperti nomor rekening, PIN, atau kode verifikasi melalui telepon, email, atau media sosial tanpa konfirmasi langsung. -
Periksa sumber informasi
Pastikan sumber informasi yang diterima berasal dari sumber yang valid dan terpercaya. Jangan mudah percaya pada pesan singkat atau tautan yang mencurigakan. -
Laporkan ke anti-scram center
Jika Anda merasa menjadi korban atau menduga ada aksi scam, segera laporkan ke anti-scram center agar bisa segera ditangani. -
Ikuti edukasi keuangan
Ikuti program edukasi keuangan yang diselenggarakan oleh lembaga terkait, seperti OJK, untuk meningkatkan pemahaman tentang ancaman scam dan cara mencegahnya.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Kiki menekankan bahwa kesadaran masyarakat akan bahaya scam sangat penting dalam upaya pencegahan. Dengan meningkatkan kesadaran, masyarakat dapat lebih waspada dan menghindari tindakan yang merugikan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ini. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan dapat menekan angka kejahatan scam secara signifikan.