OJK: Kredit 2026 Diprediksi Naik Sedikit dari 2025

admin.aiotrade 20 Des 2025 3 menit 24x dilihat
OJK: Kredit 2026 Diprediksi Naik Sedikit dari 2025


Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi bahwa pertumbuhan kredit pada tahun 2026 akan sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2025. Prediksi ini terlihat dari laporan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan oleh perbankan kepada regulator pada akhir November 2025.

Secara umum, kinerja perbankan diharapkan tetap berada pada jalur pertumbuhan positif pada 2026. Hal ini didorong oleh arah suku bunga global dan domestik yang diperkirakan masih melanjutkan tren penurunan pada tahun depan. Dengan penurunan suku bunga tersebut, permintaan kredit diharapkan meningkat, sehingga pertumbuhan kredit tetap kuat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa penurunan suku bunga secara global dapat mendorong peningkatan penghimpulan dana pihak ketiga (DPK) sekaligus menurunkan biaya dana. Jika penghimpunan dana berjalan positif, likuiditas perbankan akan tetap terjaga dan mendukung penyaluran kredit.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan / NPL) perbankan diproyeksikan terus membaik dan berada pada level rendah, sekitar 2 persen. Namun, tekanan masih bisa datang dari segmen kredit UMKM yang cenderung tumbuh cepat saat ekonomi ekspansif, tetapi juga rentan terhadap penurunan kondisi makro.

Berdasarkan laporan RBB, Dian menjelaskan bahwa proyeksi pertumbuhan kredit disesuaikan dengan dinamika perekonomian global dan domestik. OJK menilai target yang ditetapkan sesuai hasil revisi tersebut tetap kontributif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan bahwa kondisi global masih dipengaruhi berbagai ketidakpastian, terutama perlambatan aktivitas ekonomi di sejumlah kawasan, khususnya Amerika Serikat dan Tiongkok. Konflik geopolitik yang masih berlangsung di berbagai kawasan turut menambah ketidakpastian global.

Selain itu, The Fed menunjukkan sikap hati-hati terkait proyeksi lanjutan pemangkasan suku bunga. Meski demikian, pemangkasan tambahan masih diperkirakan terjadi pada 2026, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor perbankan.

Sebagai langkah mitigasi risiko kredit untuk mengantisipasi perubahan kondisi eksternal yang dapat memengaruhi kinerja debitur, perbankan secara konsisten membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sesuai prinsip akuntansi yang berlaku.

“Kami melihat pembentukan CKPN tersebut masih tergolong wajar dan perlu dilakukan sebagai langkah antisipatif serta bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas kredit,” kata Dian.

Secara tren, pembentukan CKPN menunjukkan penurunan secara industri, namun masih berada pada level memadai. Kondisi tersebut sejalan dengan normalisasi kualitas kredit yang tercermin dari rasio loan at risk (LaR) yang terus menurun.

OJK juga mendorong penguatan industri perbankan melalui peningkatan permodalan maupun konsolidasi. Langkah ini penting dengan mempertimbangkan dinamika teknologi informasi, akselerasi digitalisasi perbankan, ketidakpastian ekonomi global dan domestik, serta meningkatnya risiko serangan siber.

“OJK menilai perbankan nasional masih memiliki ruang untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan skala usaha melalui penguatan secara organik maupun anorganik. Pendekatan anorganik melalui konsolidasi diperlukan untuk mendorong kinerja perbankan menjadi lebih kuat,” ujar Dian.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan