OJK: Kredit macet pinjol melonjak 2,76 persen

admin.aiotrade 09 Jan 2026 2 menit 7x dilihat
OJK: Kredit macet pinjol melonjak 2,76 persen

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan yang disalurkan oleh industri fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) pada November 2025 mencapai Rp 94,8 triliun. Angka kredit macet atau Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) industri pinjaman daring atau pindar juga melonjak.

Di bulan sebelumnya, penyaluran pembiayaan oleh pindar tercatat Rp 92,9 triliun. “Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan November 2025 tumbuh 25,45 persen year on year dengan nilai nominal sebesar Rp 94,85 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PMVL) Agusman dalam konferensi pers, Jumat, 9 Januari 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penyaluran pindar terus meningkat tiap tahun. Menurut data terakhir yang disajikan OJK, total penyaluran pinjaman pada Desember 2023, baru mencapai Rp 59,6 triliun. Pada Desember 2024 tercatat meningkat jadi Rp 77,02 triliun.

Sementara itu, angka kredit macet TWP90 pada November 2025 juga naik signifikan. Angka TWP90 di industri pinjol pada Oktober 2025 tercatat 2,76 persen. “TWP90 (November 2025) berada di posisi 4,33 persen,” ucap Agusman.

Selain itu Agusman juga memaparkan piutang Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh 1,09 persen pada November 2025 menjadi Rp 506,8 triliun. Perkembangan ini didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 8,99 persen.

Profil risiko perusahaan pembiayaan juga terjaga dengan rasio tingkat risiko kegagalan pengembalian pembiayaan atau Non Performing Financing (NPF) gross pada November sebesar 2,44 persen dan NPF net 0,85 persen. Rasio utang terhadap modal atau Gearing ratio PP tercatat sebesar 2,13 kali dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan