Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) mengungkapkan ada banyak laporan tentang penipuan berkedok asmara alias love scam yang masuk ke Indonesia Anti Scam Centre (IASC). Selain itu, total kerugian akibat modus penipuan tersebut juga tidak main-main angkanya, yakni mencapai nyaris Rp50 miliar.
"IASC telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat yang terkena scam melalui modus love scam ini, dengan total kerugian yang cukup besar, yaitu sebesar Rp49,198 miliar," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dikutip Minggu (11/1/2026).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
1. Love Scam terus meningkat secara global
Oleh sebab itu, perempuan yang karib disapa Kiki terus mengajak seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai hal manipulatif terutama terkait love scam ini. Di sisi lain, Kiki menjelaskan, pembahasan soal love scam atau relationship atau romance scam menjadi salah satu topik dalam diskusi yang dilakukan oleh International Organization of Securities Commission (IOSCO).
"Ini menjadi satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat jumlahnya dan dilakukan secara global oleh sindikan-sindikat tersebut dan terbukti juga di Indonesia yang baru saja kejadian adalah di Yogyakarta ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional," tutur Kiki.
2. Modus pelaku Love Scam
Kiki menjelaskan, para pelaku love scam menargetkan para korbannya di banyak negara lewat internet dan aplikasi. Dengan begitu, Kiki menilai kejahatan love scam merupakan risiko lintas batas yang sangat tinggi. Adapun para korban love scam dimanipulasi secara emosi dengan merasa memiliki hubungan.
"Kemudian dipersuasi dan sebagainya sehingga para korban ini secara sukarela mentransfer sejumlah uangnya karena merasa memiliki hubungan yang khusus spesial dengan lawan jenis atau siapapun, sehingga mereka dapat mengalami kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar," tutur Kiki.
3. Kerugian total akibat scam mencapai Rp9 triliun
OJK mengungkapkan laporan terhadap penipuan atau scam pada industri keuangan di Indonesia semakin tinggi dan mengkhawatirkan. Hal itu diketahui berdasarkan laporan IASC yang dibentuk sejak November 2024.
Dari laporan-laporan yang masuk, OJK mengakui kerugian yang diderita masyarakat kini telah mencapai Rp9 triliun dan hal tersebut disebabkan oleh pelaku jasa keuangan ilegal.
“Sejauh ini total kerugian dana yang telah dilaporkan sebesar Rp9 triliun dan total dana korban yang sudah berhasil diblokir sebesar Rp402,5 miliar rupiah," kata Kiki.
Love Scam Marak di Mana-mana, OJK Minta Publik Waspada Fakta-Fakta Perusahaan Love Scam di Sleman, Kantongi Rp30 M per Bulan Kerugian Akibat Penipuan Keuangan Nambah Lagi, Tembus Rp9 Triliun!


