OJK NTB Dorong Inklusi Keuangan Melalui Pasar Keuangan Rakyat

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 20x dilihat
OJK NTB Dorong Inklusi Keuangan Melalui Pasar Keuangan Rakyat

Puncak Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2025 di Lombok Barat


Pada tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB menggelar kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) di Kabupaten Lombok Barat. Acara ini menjadi bagian dari kampanye nasional yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.

Menurut data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%. Angka ini masih terpaut 10,49% dari target yang diharapkan sebesar 90% pada tahun 2025. Oleh karena itu, OJK bersama stakeholder seperti pemerintah daerah dan industri jasa keuangan perlu bekerja sama melalui kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK), termasuk Pasar Keuangan Rakyat yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong akselerasi penggunaan produk atau layanan keuangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pasar Keuangan Rakyat tahun ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu tanggal 18 hingga 19 Oktober 2025. Kegiatan ini mencakup berbagai aktivitas seperti pameran keuangan dari 30 industri jasa keuangan, bazar UMKM, edukasi keuangan, fun games, dan hiburan yang digelar di Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Selain kegiatan utama, juga ada beberapa kegiatan sosial yang diinisiasi oleh lembaga jasa keuangan. Kegiatan tersebut antara lain donor darah, khitanan massal, cek kesehatan gratis, wakaf sayur, dan pasar sembako murah. Selain itu, ada juga pentas budaya lokal seperti parade gendang beliq, festival peresean, serta pelaksanaan Car Free Night (CFN) yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Upaya Meningkatkan Literasi Keuangan

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menjelaskan bahwa kegiatan puncak BIK di Kabupaten Lombok Barat merupakan upaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Dengan meningkatnya literasi keuangan, diharapkan akan muncul kemandirian ekonomi yang kuat dari bawah, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Zaini juga memaparkan Program Pembiayaan Tanpa Bunga yang merupakan bagian dari Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lombok Barat. Program ini dirancang agar dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk mengembangkan usahanya.

"Kami ingin ekonomi masyarakat bergerak dengan baik dan berkeadilan. Ketika masyarakat memiliki akses modal yang mudah dan tanpa beban bunga, maka daya saing ekonomi lokal akan semakin kuat," ujarnya dalam sesi pemaparan program.

Tujuan Utama Pasar Keuangan Rakyat

Melalui penyelenggaraan Pasar Keuangan Rakyat ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap layanan keuangan legal semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan terbukanya akses keuangan secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan lebih memahami manfaat dan keuntungan dari menggunakan layanan keuangan yang legal dan terpercaya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan dalam mendorong inklusi keuangan yang lebih luas. Melalui pendekatan yang komprehensif dan partisipatif, diharapkan masyarakat bisa lebih mandiri dalam mengelola keuangan mereka sendiri.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah secara keseluruhan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan