
Kinerja Pasar Modal Indonesia pada September 2025
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kinerja pasar modal Indonesia pada bulan September 2025 menorehkan pencapaian yang sangat mengesankan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 8061,06 pada 30 September 2025, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 14.890 triliun. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada bulan September 2025, IHSG ditutup di level 8061,06 atau menguat sebesar 2,94 persen secara month to month. Dalam perhitungan year to date, IHSG mengalami kenaikan sebesar 13,86 persen. Selain itu, IHSG dan nilai kapitalisasi pasar sempat mencatatkan all time high, yaitu IHSG mencapai level 8126,56 pada 24 September 2025.
Penyebab Penguatan IHSG
Anggota Dewan Komisioner OJK Pengawas Pasar Modal, Inarno Djajadi, menjelaskan bahwa kinerja IHSG yang positif didukung oleh penguatan saham domestik dan global. Pada tanggal 24 September 2025, IHSG mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level 8.126,56 dan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 14.995 triliun.
Nilai transaksi harian pasar saham pada bulan September 2025 mencapai Rp 15,5 triliun secara year to date (ytd). Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Agustus 2025 sebesar Rp 14,32 triliun. Hal ini menunjukkan peningkatan aktivitas investor di pasar modal.
Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi
Inarno menyampaikan bahwa seluruh indeks sektoral mengalami peningkatan kinerja kecuali sektor infrastruktur. Likuiditas transaksi saham pada bulan September 2025 terpantau meningkat, didominasi oleh investor individu domestik.
Di pasar obligasi, Indeks Pasar Obligasi Indonesia (ICBI) tercatat naik 0,87 persen month to date (mtd) atau 9,34 persen year to date (ytd) ke level 429,35. Sementara itu, dana kelolaan industri pengelolaan investasi nilai asset under management (AUM) per September 2025 mencapai Rp 913,96 triliun. Angka ini naik 3,15 persen dibanding bulan sebelumnya di Rp 885,95 triliun pada Agustus 2025.
Aktivitas Korporasi dan Investor Baru
Inarno juga membeberkan bahwa per akhir September 2025, secara year to date nilai penawaran umum oleh korporasi mencapai Rp 186,52 triliun dengan Rp 13,15 triliun di antaranya merupakan fundraising dari 17 emiten baru. Selain itu, masih terdapat 20 pipeline penawaran umum dengan nilai indikatif sebesar Rp 10,33 triliun.
Selain itu, pada bulan September 2025 tercatat sebesar 643 ribu investor baru di pasar modal domestik. Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah investor pasar modal meningkat sebesar 3,79 juta menjadi 18,66 juta atau naik sebesar 25,50 persen year to date.
Perkembangan Bursa Karbon
Selain pasar saham dan obligasi, OJK juga mencatat perkembangan positif di bursa karbon. Sejak diluncurkan pada September 2023 hingga 30 September 2025, terdapat 132 pengguna jasa baru yang terdaftar. Secara akumulatif, total volume transaksi karbon mencapai 1.606.056 ton CO2 ekuivalen dengan nilai perdagangan Rp 78,46 miliar.