aiotrade.CO.ID - JAKARTA
Pertumbuhan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan bahwa penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan pada Oktober 2025 mencapai sebesar Rp 10,85 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menjelaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan pada periode tersebut meningkat sebesar 69,71% secara year on year (YoY). Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers RDK OJK pada hari Kamis (11/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meskipun pertumbuhan mengalami perlambatan dibandingkan posisi September 2025, angka tersebut tetap menunjukkan tren positif. Pada bulan September 2025, penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp 10,31 triliun dengan pertumbuhan sebesar 88,65% YoY. Sementara itu, pada Agustus 2025, penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan berada di angka Rp 9,97 triliun dengan pertumbuhan sebesar 79,91% YoY.
Perlu dicatat bahwa pertumbuhan pembiayaan BNPL terlihat meningkat dari bulan ke bulan, meskipun laju pertumbuhannya sedikit melambat pada Oktober 2025. Hal ini menunjukkan bahwa industri pembiayaan BNPL masih memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh, terlepas dari beberapa faktor yang mungkin memengaruhi laju pertumbuhan.
Selain itu, Agusman juga menyampaikan bahwa tingkat Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan baik. NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan pada Oktober 2025 sebesar 2,79%, yang merupakan penurunan dari posisi September 2025 yang sebesar 2,92%. Angka ini menunjukkan bahwa risiko kredit yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan masih dalam kondisi yang terkendali.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan pembiayaan BNPL antara lain meningkatnya kesadaran masyarakat akan penggunaan layanan digital dan fleksibilitas dalam pembayaran. Selain itu, adanya inovasi produk dan peningkatan kepercayaan konsumen terhadap layanan pembiayaan online juga turut mempercepat pertumbuhan sektor ini.
Namun, meski pertumbuhan cukup pesat, OJK tetap mengimbau agar perusahaan pembiayaan terus memperkuat sistem pengelolaan risiko dan memastikan kesehatan keuangan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara keseluruhan.
Dengan pertumbuhan yang terus meningkat dan tingkat risiko yang terkendali, sektor pembiayaan BNPL diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Maka dari itu, dukungan dari pemerintah dan lembaga pengawas seperti OJK sangat penting untuk memastikan perkembangan yang berkelanjutan dan aman bagi seluruh pemangku kepentingan.