OJK Optimis Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Capai 20 Juta SID
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki keyakinan bahwa jumlah investor di pasar modal Indonesia akan mencapai 20 juta Single Investor Identification (SID) pada awal atau pertengahan tahun depan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam acara Capital Market Journalist Workshop-Media Gathering 2025 di Bali.
"Ini mungkin tercapai pada pertengahan atau kuartal pertama tahun 2026," ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Investor Retail Menjadi Penopang Pertumbuhan
Inarno menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah investor pasar modal akan didorong oleh penambahan investor retail. Meskipun demikian, OJK berharap peran investor institusional domestik semakin meningkat di pasar modal Indonesia.
"Kami lebih berharap lagi agar peran investor institusional domestik semakin besar di pasar modal," tambahnya.

OJK Berupaya Memperluas Basis Investor
Inarno menegaskan bahwa OJK akan terus memperluas basis investor pasar modal. Salah satu caranya adalah dengan mendorong Systematic Investment Plan (SIP) dan meningkatkan partisipasi investor baik domestik maupun global.
Target jumlah investor pasar modal tersebut sesuai dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2022-2027 yang menetapkan capaian 20 juta SID pada 2027.
Jumlah Investor Per November Mencapai 19,32 Juta SID
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat bahwa jumlah investor di pasar modal Indonesia per November 2025 mencapai 19,32 juta SID. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 30 persen (year to date/ytd) dibandingkan akhir 2024.
Dari segi komposisi aset, sebesar 62,77 persen aset dimiliki oleh investor domestik, sedangkan sisanya sebesar 37,23 persen dimiliki oleh investor asing.

Tantangan dan Peluang untuk Pasar Modal
Meski telah mencapai angka yang signifikan, OJK tetap melihat adanya tantangan dalam pengembangan pasar modal. Salah satunya adalah meningkatkan kesadaran dan minat investor baru, khususnya dari kalangan masyarakat umum.
Selain itu, perlu adanya pendidikan keuangan yang lebih luas agar investor dapat memahami risiko dan manfaat dari berinvestasi di pasar modal.

Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi Investor
Untuk mencapai target 20 juta SID, OJK akan terus melakukan strategi pemasaran dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini termasuk memperluas akses layanan investasi dan memberikan kemudahan bagi investor pemula.
Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain:
- Peningkatan sosialisasi tentang manfaat investasi saham dan reksa dana.
- Penguatan kerja sama dengan lembaga keuangan dan media untuk menyebarkan informasi tentang pasar modal.
- Pengembangan platform digital yang memudahkan transaksi dan pengelolaan portofolio investor.
Tantangan dan Kesempatan untuk Investor
Investor pasar modal juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi. Namun, hal ini juga membuka peluang bagi mereka yang mampu mengelola risiko secara baik.
Beberapa tips yang bisa diikuti oleh investor pemula antara lain:
- Mempelajari dasar-dasar investasi sebelum mulai bertransaksi.
- Mengatur keuangan dengan bijak dan tidak mengambil risiko yang terlalu tinggi.
- Memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan jumlah investor pasar modal Indonesia dapat terus bertambah dan mencapai target yang ditetapkan.