OJK Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 10 Persen

admin.aiotrade 16 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
OJK Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 10 Persen

OJK Siap Tingkatkan Free Float Saham ke 10 Persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mempersiapkan langkah untuk meningkatkan free float atau jumlah saham yang dapat diperdagangkan oleh publik. Saat ini, batas free float saham di Indonesia ditetapkan sebesar 7,5 persen, dan OJK memiliki rencana untuk menaikkannya hingga 10 persen. Hal ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pendalaman pasar modal.

Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan bahwa peningkatan free float saham merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan kajian mendalam mengenai kenaikan batas free float saham tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Ini sudah menjadi kajian kami yang sangat serius dan mudah-mudahan bisa diterapkan dalam waktu dekat ya," kata Inarno kepada awak media, dikutip Minggu (14/11/2025).

Free Float Saahm Masih Di Bawah ASEAN

Inarno menjelaskan bahwa batas free float saham di pasar modal Indonesia saat ini sebesar 7,5 persen masih di bawah rata-rata regional Asia Tenggara (ASEAN). Untuk itu, peningkatan angka tersebut perlu dilakukan. OJK menargetkan agar batas free float saham bisa mencapai 25 persen.

"Mungkin target kami memang 25 persen. Tapi, gak mungkin langsung ke 25 persen karena konsekuensinya itu cukup banyak. Jadi kami secara bertahap itu akan naikkan mungkin dalam waktu dekat itu ke 10 persen ya," kata Inarno.

"Tentunya kami akan upayakan untuk paling tidak untuk yang IPO ke depannya itu harus minimal itu 10 persen dan berikutnya adalah 15 persen dan nantinya akan mengarah kepada 25 persen," lanjutnya.

BEI Siap Naikkan Batas Free Float Saham

Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama BEI, Iman Rachman, yang menyatakan pihaknya memang berencana untuk menaikkan batas free float saham. Menurut Iman, peningkatan ini tidak akan dilakukan secara drastis, tetapi secara bertahap.

"Mungkin bocoran kami tidak akan drastis menambah persentase. Tapi dasarnya, kalau IPO dulu itu berdasarkan ekuitas, tapi masukan dari bursa itu berdasarkan market cap," kata dia.

Iman menekankan bahwa market cap alias kapitalisasi pasar lebih bisa menunjukkan kondisi perusahaan saat ini. Dengan demikian, penggunaan market cap sebagai acuan dalam menentukan batas free float saham dinilai lebih relevan.

BEI Bakal Minta Perusahaan yang IPO Penuhi Persyaratan Free Float 10 Persen

Selain itu, Iman juga menyatakan bahwa BEI akan meminta perusahaan yang ingin melakukan IPO untuk memenuhi persyaratan free float sebesar 10 persen. Saat ini, masih ada sekitar 30 perusahaan yang belum memenuhi batas free float sebesar 7,5 persen.

Iman menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan blue chip yang telah lama menggelar IPO juga perlu didorong untuk meningkatkan free float-nya. Tujuannya adalah agar investor asing dapat lebih mudah masuk ke pasar modal Indonesia.

"PR kami adalah bagaimana perusahaan yang darling dulu, misalnya bank-bank seperti CIMB yang free floatnya masih rendah, lebih tinggi, karena kalau terlalu rendah, asing tidak bisa masuk juga," ujar dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan