OJK: SLIK Bukan Satu-Satunya Penilaian Debitur

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
OJK: SLIK Bukan Satu-Satunya Penilaian Debitur

OJK Jelaskan Peran SLIK dalam Penyaluran Kredit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) bukanlah penghambat bagi masyarakat dalam memperoleh pembiayaan maupun bagi lembaga jasa keuangan dalam menyalurkan kredit.

"SLIK bukan menjadi satu-satunya acuan dalam pemberian kelayakan dari calon debitur," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Konferensi Pers RDK OJK, Jumat (7/11/205).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Faktor-Faktor yang Diperhitungkan Bank dalam Menilai Kelayakan Debitur

Meski demikian, lembaga keuangan tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain dalam proses penilaian dan penyaluran kredit.

Faktor-faktor tersebut meliputi karakter, legalitas, arus kas, serta kapasitas pembayaran debitur di masa mendatang. SLIK berfungsi sebagai sumber informasi yang bersifat netral dan tidak dimaksudkan sebagai hambatan bagi pemberian kredit kepada pihak dengan kualitas kredit di luar kategori lancar semata.

Dokumen Administrasi yang Tidak Lengkap

Pernyataan itu juga menanggapi isu bahwa SLIK disebut menjadi kendala dalam penyaluran pembiayaan perumahan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menurut Mahendra, sebagian besar pengajuan pembiayaan yang tidak disetujui bukan disebabkan oleh catatan SLIK, melainkan karena tidak memenuhi kriteria penerima FLPP atau belum melengkapi dokumen persyaratan.

“Sebagian besar pengajuan yang tidak disetujui disebabkan oleh ketidaksesuaian dengan kriteria program atau kelengkapan dokumen,” ujar Mahendra.

Hanya Sebagian Kecil Debitur yang Terhambat Hasil Pemeriksaan SLIK

Ia menambahkan, hanya sebagian kecil debitur yang pengajuannya terkendala hasil pemeriksaan SLIK, misalnya karena memiliki tunggakan dengan saldo pinjaman di bawah Rp1 juta dan tercatat sebagai kredit macet. Namun, porsinya sangat kecil dibandingkan total pengajuan yang ditolak.

Mahendra menegaskan, OJK berkomitmen untuk mendukung optimalisasi peran sektor jasa keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

OJK juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta BP Tapera untuk memastikan kebijakan penyaluran FLPP berjalan lancar tanpa hambatan administratif.

Capaian Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Tetap Solid

Sementara itu, Mahendra juga menyinggung kondisi makroekonomi nasional yang dinilai masih solid. Pada kuartal III-2025, ekonomi tumbuh 5,04 persen (year on year/yoy), sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur tetap berada di zona ekspansif.

“Perlu dicermati perkembangan permintaan domestik yang masih memerlukan dukungan lebih lanjut, seiring dengan moderasi inflasi inti, tingkat kepercayaan konsumen, serta penjualan ritel, semen, dan kendaraan,” ujarnya.

Penyaluran Kredit September 2025 Tumbuh 7,7 Persen

Dalam laporan terbaru, penyaluran kredit pada bulan September 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 7,7 persen, mencapai total Rp8.163 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan tetap aktif dan mampu memberikan layanan yang baik kepada masyarakat.

Selain itu, SLIK tidak lagi menjadi alasan bank menolak pengajuan KPR rumah subsidi. OJK menegaskan bahwa sistem tersebut tetap aman dan dapat digunakan sebagai referensi tambahan dalam proses penilaian kelayakan debitur.

Hak dan kewajiban peminjam kredit tetap ditegakkan, dan SLIK OJK tetap menjadi alat yang dapat dipercaya dalam memberikan informasi keuangan yang akurat dan transparan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan