
Dinamika Pasar Saham dan Peran OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tanggapan mengenai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang saat ini sedang didorong oleh kenaikan harga saham-saham milik konglomerat. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, situasi ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. Ia menegaskan bahwa setiap sektor memiliki faktor penggerak dan kondisi fundamental yang berbeda, sehingga tidak bisa disamaratakan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya rasa saya melihatnya lebih dalam perspektif bahwa dinamikanya masing-masing kelompok dan tentu sektor industri dan juga ada yang emiten baru dan sudah lama itu memiliki fundamental, memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi yang tidak persis sama satu dengan lainnya,” ujar Mahendra saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (9/10).
Menurut Mahendra, kenaikan harga saham milik konglomerat besar tidak berarti pasar dikuasai oleh kelompok tertentu, tetapi setiap industri dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan kondisi global yang beragam. Contohnya saja, beberapa sektor lebih dipengaruhi oleh situasi global, sementara yang lain lebih terkait dengan kondisi domestik maupun sektor keuangan, sektor riil, sektor energi, dan lain-lain.
Kinerja IHSG dan Saham-Saham Konglomerat
Pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (9/10), IHSG naik 33,927 poin atau 0,42 persen ke level 8.199,957 sebagian besar berkat penguatan saham-saham konglomerat. Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan antara lain:
- Barito Pacific (BRPT) milik Prajogo Pangestu tercatat naik ke level Rp 4.190 sebesar 1,95 persen.
- Barito Renewables Energy (BREN) anak usaha Barito Pacific menguat ke Rp 9.925 (2,85 persen).
- Chandra Asri Pacific (TPIA) naik ke Rp 7.775 (0,97 persen).
Dari sektor pertambangan, beberapa saham juga mengalami kenaikan signifikan:
- Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) yang terafiliasi dengan Grup Adaro meningkat ke Rp 1.425 atau sebesar 3,26 persen.
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) naik ke Rp 2.340 (4,46 persen).
- Surya Semesta Internusa (SSIA) yang terafiliasi Grup Djarum turut menguat ke Rp 2.120 (1,92 persen).
Peningkatan Governance dan Transparansi
Mahendra menekankan pentingnya peningkatan tata kelola (governance) dan transparansi di pasar modal. Ia menyampaikan bahwa upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas dan kinerja pasar modal secara keseluruhan.
“Kedua tentu kita ingin perbaiki terus untuk governance-nya, untuk transparansinya, kredibilitasnya dari keseluruhan kinerja di pasar modal kita. Kalau ini berlaku menyeluruh. Saya rasa tidak ada yang soal situ,” ujarnya.
Upaya OJK dalam Mendorong Akses Investasi
Selain itu, Mahendra memastikan bahwa OJK terus mendorong perluasan akses investasi bagi masyarakat, terutama bagi investor ritel dan generasi muda. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat basis investor domestik sekaligus menciptakan pasar modal yang lebih inklusif dan berimbang.
Dengan fokus pada penguatan tata kelola dan transparansi, serta memperluas akses investasi, OJK berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.