OJK: Transaksi Harian Saham Rekor Rp 25 T di Oktober

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
OJK: Transaksi Harian Saham Rekor Rp 25 T di Oktober

Pertumbuhan Aktivitas Pasar Modal di Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian (RTNH) saham pada Oktober 2025 mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu sebesar Rp 25,06 triliun. Dalam periode Januari hingga Oktober 2025, RTNH secara kumulatif mencapai Rp 16,62 triliun, meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sebesar Rp 12,85 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menjelaskan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh membaiknya sentimen global dan stabilnya perekonomian nasional. Hal ini juga terlihat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta kapitalisasi pasar yang mencapai level all time high (ATH).

Pada perdagangan hari ini, IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,50% atau 41,59 poin, berada di level 8.378. Sementara itu, kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.308 triliun.

Selain itu, OJK juga mencatat adanya penambahan sebanyak 520 ribu investor baru selama Oktober 2025. Secara kumulatif, jumlah investor di pasar modal meningkat menjadi 19,18 juta investor, naik 29,01% secara year to date (ytd) dari angka sebelumnya yang hanya 14,87 juta investor.

Penghimpunan dana di pasar modal tetap kuat. Hingga akhir Oktober 2025, total nilai penawaran umum oleh korporasi mencapai Rp 204,56 triliun. Di dalamnya termasuk 17 emiten baru yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 13,15 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham sebesar Rp 14,5 triliun selama 239 hari kerja pada 2026. Direktur Utama BEI, Iman Rachman menjelaskan bahwa target ini ditetapkan secara konservatif dengan mempertimbangkan keberlanjutan rata-rata transaksi dalam tiga bulan terakhir.

Menurut Iman, target tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 13,25 triliun. Hal ini didorong oleh tren penurunan inflasi dan suku bunga yang diharapkan dapat mendorong aktivitas perdagangan saham.

“Kami melihat bahwa Bank Indonesia mempertahankan suku bunga dan The Fed juga akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan terakhirnya,” ujar Iman dalam RUPSLB 2025 secara virtual, Rabu (29/10).

Iman juga menargetkan tambahan sebanyak 2 juta investor baru untuk tahun 2026. Selain itu, jumlah pencatatan efek pada tahun 2026 akan mencapai 555 efek, yang terdiri dari pencatatan efek saham, emisi obligasi, serta pencatatan efek lainnya seperti Exchange-Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), Efek Beragun Aset (EBA), dan emisi waran terstruktur.

Tren Investasi dan Perkembangan Pasar Modal

Tren investasi di pasar modal terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Penambahan investor baru mencerminkan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap investasi saham. Hal ini juga didukung oleh stabilitas ekonomi dan kondisi pasar yang semakin baik.

Selain itu, penghimpulan dana dari perusahaan-perusahaan yang melakukan penawaran umum juga menunjukkan bahwa pasar modal masih menjadi pilihan utama bagi perusahaan untuk mendapatkan dana segar. Dengan adanya emiten baru yang masuk ke pasar, persaingan di pasar modal semakin ketat namun juga memberikan peluang bagi investor untuk memperluas portofolio mereka.

Perkembangan ini juga didukung oleh langkah-langkah strategis yang diambil oleh BEI dan OJK untuk meningkatkan transparansi, keamanan, serta daya tarik pasar modal. Dengan adanya peningkatan dalam jumlah investor dan nilai transaksi, pasar modal Indonesia semakin siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

Kondisi Ekonomi dan Dampaknya terhadap Pasar Modal

Kondisi ekonomi yang stabil dan pertumbuhan yang positif menjadi faktor pendukung utama perkembangan pasar modal. Stabilitas ekonomi membuat investor lebih percaya diri untuk berinvestasi, sementara pertumbuhan ekonomi yang pesat memberikan peluang bagi perusahaan untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan.

Selain itu, penurunan inflasi dan suku bunga yang diharapkan dapat mendorong aktivitas perdagangan saham. Dengan suku bunga yang lebih rendah, biaya pinjaman menjadi lebih murah, sehingga perusahaan lebih mudah untuk mendapatkan dana dan memperluas operasional mereka.

Kondisi ini juga membantu meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap permintaan akan saham dan produk keuangan lainnya. Dengan demikian, pasar modal Indonesia tidak hanya menjadi tempat investasi yang menjanjikan, tetapi juga menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan