Okupansi Hotel Turun, Wisatawan Naik

admin.aiotrade 27 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Okupansi Hotel Turun, Wisatawan Naik
Okupansi Hotel Turun, Wisatawan Naik

Tingkat Hunian Hotel di Sulawesi Selatan Menurun, Pariwisata Tetap Berkembang

Tingkat hunian hotel di Sulawesi Selatan mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Namun, jumlah wisatawan mancanegara dan domestik tetap meningkat, menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih memiliki potensi yang besar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel di wilayah ini turun sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang memengaruhi aktivitas instansi-instansi di hotel.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Pada 2024 tingkat hunian hotel di Makassar masih berada di kisaran 60 hingga 65 persen. Tahun ini kita bersyukur bisa mencapai rata-rata 40 hingga 45 persen,” ujarnya.

Biasanya, akhir tahun menjadi masa yang sibuk bagi hotel karena banyaknya kegiatan pemerintah. Namun, hingga akhir 2025, tidak ada tanda-tanda pergerakan tersebut terjadi.

“Justru saat ini tidak ada pergerakan membuat tingkat huni terbang tinggi. Ini bukti konkret dampak dari efisiensi anggaran pemerintah,” tambah Anggiat.

Ia juga menyampaikan bahwa belum melihat tanda-tanda perbaikan okupansi pada 2026. Kebijakan efisiensi anggaran masih menjadi fokus pemerintah pusat, sehingga sektor pariwisata belum bisa sepenuhnya mengangkat okupansi.

Data BPS Mengungkap Penurunan Tingkat Penghunian Kamar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Agustus 2025 tercatat sebesar 46,00 persen. Angka ini menurun 8,59 poin dibandingkan Agustus 2024, dan turun 1,73 poin dibandingkan Juli 2025.

“Penurunan TPK terjadi hampir di semua kelas hotel, terutama pada hotel bintang 4 dan 5 yang turun hingga 17,36 poin,” kata Kepala BPS Sulsel, Aryanto.

Meski tingkat hunian menurun, geliat pariwisata di Sulsel tetap bergerak positif. BPS mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulsel pada Agustus 2025 mencapai 1.814 kunjungan, atau naik 27,12 persen dibanding Agustus 2024.

Wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan 752 kunjungan, disusul Perancis dengan 137 kunjungan. Kunjungan dari Italia, Jerman, dan Thailand juga mengalami kenaikan.

Untuk wisatawan nusantara (wisnus), jumlah perjalanan ke Sulsel Agustus 2025 mencapai 3,159 juta perjalanan, naik 24,34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, angka itu turun tipis 6,33 persen dibanding Juli 2025.

Secara kumulatif, periode Januari-Agustus 2025 mencatat 28,57 juta perjalanan wisnus, tumbuh 15,87 persen dibanding 2024. Makassar penyumbang perjalanan terbanyak dengan 715 ribu perjalanan, disusul Gowa, Maros, dan Bone.

Rata-Rata Lama Menginap Tamu Hotel Berbintang

Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang selama Agustus 2025 mencapai 1,17 malam, turun dari 1,43 malam pada Juli 2025. Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap lebih tinggi yakni 2,36 malam, sedangkan tamu domestik 1,44 malam.

Hotel nonbintang juga mengalami tren serupa dengan TPK sebesar 18,39 persen, turun 0,50 poin dibanding Juli 2025 dan 0,38 poin dibanding Agustus 2024.

Mobilitas Wisatawan Nasional Melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Meningkat

Dari sisi transportasi udara, mobilitas wisatawan nasional (wisnas) melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar meningkat signifikan. Pada Agustus 2025 tercatat 18.619 kunjungan, naik 42,27 persen dibanding Juli 2025 dan tumbuh 17,40 persen secara tahunan.

“Meskipun tingkat hunian hotel menurun, peningkatan kunjungan wisatawan menunjukkan geliat ekonomi sektor pariwisata yang tetap kuat,” jelas Aryanto.

Ia berharap peningkatan mobilitas wisatawan nusantara dan nasional mendorong sektor perhotelan serta usaha kecil di bidang pariwisata. BPS juga mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk terus berinovasi dalam promosi destinasi dan peningkatan layanan akomodasi.

Selain Makassar dan Gowa, daerah seperti Bulukumba, Maros, dan Tana Toraja masih menjadi destinasi favorit wisatawan karena keindahan alam dan kekayaan budaya.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan