OLX Astra: Daya Beli dan Subsidi EV Pengaruhi Pasar Mobil Bekas

admin.aiotrade 10 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
OLX Astra: Daya Beli dan Subsidi EV Pengaruhi Pasar Mobil Bekas


OLXmobbi, sebuah entitas dari Grup Astra, menyampaikan beberapa faktor yang berdampak pada kinerja bisnis mobil bekas. Hal ini mencakup penurunan daya beli masyarakat serta adanya subsidi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menjelaskan bahwa dinamika pasar selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro, daya beli masyarakat, dan inovasi produk yang terus berkembang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Beberapa faktor yang selalu memengaruhi dinamika pasar mobil bekas antara lain regulasi pemerintah seperti subsidi mobil listrik, situasi ekonomi yang mengurangi daya beli, serta penurunan tingkat persetujuan kredit," ujar Agung dalam wawancara dengan Bisnis.

Sebagai informasi, pemerintah telah memberikan sejumlah insentif untuk mobil listrik. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025, pemerintah memberikan insentif PPN DTP 10% untuk impor mobil listrik completely knocked down (CKD). Selain itu, PPnBM DTP untuk impor mobil listrik secara utuh (completely built up) CBU dan CKD sebesar 15%, serta pembebasan bea masuk impor mobil listrik CBU.

Akibatnya, sejumlah produsen mobil listrik menawarkan harga yang kompetitif, bahkan bersaing dengan mobil low cost green car (LCGC). Contohnya, mobil listrik BYD Atto 1 dijual mulai dari Rp195 juta untuk varian Dynamic, sementara tipe Premium dihargai senilai Rp235 juta OTR Jakarta.

Selain itu, produsen mobil asal Tiongkok, Jaecoo, juga meluncurkan mobil listrik terbaru mereka yaitu Jaecoo J5 EV dengan harga mulai dari Rp249,9 juta.

Menurut Agung, faktor lain yang turut memengaruhi pasar mobil bekas adalah perubahan sosial, seperti kecenderungan konsumen menunda pembelian barang bernilai tinggi dan meningkatnya penggunaan pembiayaan melalui gadai BPKB atau refinancing.

Berdasarkan data internal OLX, tren penjualan mobil bekas di Indonesia pada Januari-September 2025 mengalami penurunan rata-rata 5% hingga 10% secara tahunan (year-on-year). Meskipun demikian, penjualan mobil bekas OLX tercatat sebanyak 23.900 unit pada periode tersebut. Angka ini naik 24% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dinamika pasar mobil bekas selalu bergantung pada faktor-faktor ekonomi makro, daya beli masyarakat, serta inovasi produk mobil baru yang terus bermunculan.

"Kami berkomitmen untuk terus beradaptasi dan memberikan solusi terbaik bagi konsumen, sehingga optimisme ini dapat terealisasi secara berkelanjutan," jelasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan