
Operasi Pemulihan Kampung Narkoba di Kota Kupang
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan pemulihan kampung atau kawasan narkoba di dua titik wilayah Kota Kupang, yaitu di kawasan Karang Dempel (KD), Kelurahan Alak, dan kawasan pemukiman di Kelurahan Oesapa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 7 November 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Operasi ini dipimpin oleh Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNN NTT Kombes Pol Sonny Siregar, S.P., M.M., bersama Plt. Kepala BNN NTT, Dominikus Tupen Sabon. Titik pertama operasi dilakukan di Karang Dempel RT 10/RW 04, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Penyisiran Lokasi Hiburan Malam
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menyisir sejumlah lokasi hiburan malam seperti Bukit Indah Karaoke, Kost Marindah, serta beberapa tempat lainnya yang diduga rawan penyalahgunaan narkoba. Tim operasi juga melibatkan tenaga medis untuk melakukan tes urine terhadap para penghuni kos-kosan dan pekerja di tempat hiburan malam.
Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNN NTT Kombes Pol Sonny Siregar menjelaskan bahwa kegiatan ini dinamakan pemulihan kampung atau kawasan narkoba yang dilaksanakan di dua titik di wilayah Kota Kupang.
"Kegiatan ini kami laksanakan di dua titik di wilayah Kota Kupang," ujar Kombes Pol Sonny Siregar, usai kegiatan di kawasan Karang Dempel.
"Total ada 83 personel yang dibagi dalam dua tim, dan kami menyisir sejumlah kos-kosan serta tempat karaoke," lanjutnya.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Dalam operasi ini, BNN NTT bekerja sama dengan TNI, Polri (Direktorat Sabhara, Propam, dan Narkoba Polda NTT), Satpol PP NTT, Kesbangpol, serta aparat kelurahan, RT, dan RW setempat. Sasaran utama kegiatan ini adalah pengguna dan penyalahguna narkoba.
Menurut Kombes Siregar, sebanyak 100 orang ditargetkan untuk menjalani tes urine. Hasil tes tersebut akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium BNN NTT.
"Urine yang kami ambil akan diproses di kantor. Apabila ada yang positif, akan dipanggil dan dilakukan rehabilitasi," tambah Kombes Siregar.
Meski begitu, kata dia dalam operasi kali ini belum ditemukan barang bukti narkotika atau obat terlarang lainnya.
Dukungan dari Masyarakat
Sementara itu, Ketua RT 11 Kelurahan Alak, Martinus Adi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan BNN tersebut. Ia menilai langkah ini sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.
"Kita harus bekerja sama untuk memberantas narkoba. Ke depan, seluruh pekerja di tempat hiburan juga perlu diperiksa agar kita tahu apakah mereka menggunakan narkoba atau tidak," ujarnya.
Kegiatan yang Menjadi Contoh
Operasi ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dan masyarakat bisa bekerja sama dalam memerangi narkoba. Dengan adanya kolaborasi antara BNN, aparat keamanan, dan masyarakat setempat, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Langkah Lanjutan
Meskipun belum ditemukan narkoba selama operasi, kegiatan ini tetap menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. Selain itu, tes urine yang dilakukan kepada 100 orang merupakan bentuk pencegahan dini yang bisa membantu identifikasi pengguna narkoba sejak dini.
Pihak BNN NTT juga berencana untuk melanjutkan operasi serupa di wilayah lain di Kota Kupang. Hal ini dilakukan agar penyalahgunaan narkoba bisa diminimalisir secara bertahap.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara BNN, aparat setempat, dan masyarakat, diharapkan kegiatan seperti ini bisa menjadi pola yang dapat diterapkan di daerah-daerah lain di Indonesia.