
Operasi Pasar Pertamina untuk Memenuhi Kebutuhan Energi di Aceh
Pertamina kembali melakukan operasi pasar untuk memastikan kebutuhan masyarakat akan tabung gas elpiji 3 kilogram terpenuhi. Dalam operasi ini, sebanyak lebih dari 20 ribu tabung gas telah disediakan di berbagai wilayah Provinsi Aceh. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari operasi yang dilakukan pada tanggal 6 hingga 18 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan bahwa Pertamina mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung proses operasi pasar sejak awal. Pemantauan langsung dilakukan oleh pihak Pertamina untuk menjangkau puluhan titik di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Operasi pasar elpiji 3 kilogram ini mencakup berbagai wilayah di Provinsi Aceh, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tamiang, serta wilayah lainnya. Langkah ini melibatkan partisipasi aktif dari pemerintah daerah setempat agar seluruh masyarakat dapat menikmati pasokan elpiji yang merata.
Fahrougi berharap operasi ini dapat secara perlahan mengurangi fenomena panic buying dari masyarakat. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk mencegah spekulan yang memanfaatkan momentum banjir Sumatera untuk melakukan penimbunan LPG serta memanfaatkan kesempatan yang tidak baik.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa perusahaan hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk energi, dalam situasi darurat pasca bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar operasi di wilayah kantor Bupati Aceh Tamiang pada Rabu, 17 Desember 2025.
"Kami melakukan berbagai upaya agar masyarakat dapat mengakses energi, termasuk LPG bersubsidi dengan harga yang terjangkau dan sesuai ketentuan, sekaligus mendukung percepatan pemulihan distribusi energi di wilayah terdampak bencana," ujar Arya.
Dalam operasi pasar tersebut, Pertamina menyediakan 560 tabung elpiji 3 kilogram dengan harga sebesar Rp 18 ribu per tabung, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah Aceh Tamiang. Operasi ini juga mengantisipasi lonjakan harga gas untuk rumah tangga yang bisa tembus hingga Rp 50 ribu per tabung gas 3 kilogram.
"Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran LPG bersubsidi dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan," tambah Arya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi elpiji berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. Operasi ini juga menjadi bentuk kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam meringankan beban masyarakat pasca bencana di Aceh.