Penggerebekan Pesta Seks Sesama Jenis di Hotel Ngagel, Surabaya
Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan terkait penggerebekan pesta seks sesama jenis atau yang dikenal sebagai pesta gay di sebuah hotel di kawasan Jalan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam (18/10/2025). Dalam kejadian tersebut, sebanyak 34 orang pria diamankan oleh petugas kepolisian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu dari mereka diketahui berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Sidoarjo. Informasi ini disampaikan oleh Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya, Iptu Oktavianus Edi Mamoto. Ia mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap seluruh peserta masih dilakukan secara intensif untuk mengetahui peran masing-masing individu dalam kejadian tersebut.
“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Dari hasil pemeriksaan awal, memang ada satu orang ASN asal Sidoarjo yang ikut diamankan,” ujar Iptu Mamoto saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).
Penggerebekan dilakukan oleh gabungan petugas dari Satuan Samapta (Satsamapta) Polrestabes Surabaya, bersama dengan Satreskrim serta Polsek Wonokromo. Awalnya, polisi menerima laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di salah satu kamar hotel. Setelah dilakukan penelusuran, dugaan pesta gay tersebut berada di lantai 16, kamar nomor 1602.
Kamar tersebut memiliki luas yang cukup besar, sehingga dapat menampung banyak orang. Saat digerebek, sebagian dari para peserta dalam kondisi telanjang. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, semua yang diamankan langsung dibawa ke Markas Polrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa puluhan orang yang ditangkap tidak hanya berasal dari Surabaya. Beberapa di antaranya berasal dari luar kota seperti Malang dan Bandung. Diduga kuat, pertemuan mereka sebelumnya diatur melalui media sosial.
Hingga saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan memeriksa barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian. Meskipun demikian, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Iptu Mamoto menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran pidana atau tindak asusila yang dapat dijerat dengan pasal tertentu.
“Kami sedang koordinasi dengan Kejaksaan,” tambah Iptu Mamoto.