
Pendekatan Persuasif OJK untuk Konsolidasi Bank KBMI I
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan pendekatan persuasif sebagai prioritas utama dalam mendorong konsolidasi bank-bank yang termasuk dalam Kelompok Bank Bermodal Inti atau KBMI I. Bank KBMI I merupakan kategori bank dengan modal inti terendah, yaitu hingga Rp 6 triliun. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa OJK memandang pentingnya upaya konsolidasi guna meningkatkan kinerja perbankan yang dinilai stagnan saat ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa konsolidasi diperlukan sebagai dorongan terhadap kinerja bank. “Kami lebih mengutamakan pendekatan persuasif terlebih dahulu. Kemudian mendorong konsolidasi atau evaluasi secara alami dan sukarela berdasarkan kajian bisnis yang sehat,” ujar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang diadakan secara daring pada Kamis, 11 Desember 2025.
Dian menambahkan bahwa OJK telah mengeluarkan imbauan formal melalui surat kepada bank-bank KBMI I pada akhir Oktober lalu. Dalam surat tersebut, OJK mengimbau setiap bank KBMI I untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja bisnis, termasuk permodalan, kualitas aset, model bisnis, serta prospek jangka panjang.
Menurut Dian, konsolidasi bank-bank KBMI I merupakan agenda strategis yang harus dilakukan secara hati-hati dalam rangka memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional. Salah satu pertimbangan utamanya adalah dinamika perkembangan teknologi informasi dan akselerasi digitalisasi perbankan. Selain itu, OJK juga melihat adanya ketidakpastian kondisi ekonomi global serta meningkatnya ancaman siber. Oleh karena itu, pertumbuhan bank yang berkelanjutan perlu terus didorong.
Dukungan dari Perbanas
Langkah OJK dalam mendorong konsolidasi KBMI I mendapatkan dukungan dari Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas). Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, berpendapat bahwa konsolidasi dapat membuat bank-bank lebih efisien, produktif, dan berdaya saing. Menurutnya, ukuran menjadi salah satu faktor penentu kinerja bank. Bank dengan aset di bawah Rp 10 triliun cenderung kesulitan berkembang dan mendapatkan margin.
Hery juga menyebutkan bahwa bank kecil akan kalah dengan bank KBMI IV yang memiliki skala yang lebih besar, baik dari segi jumlah cabang, ATM, pengembangan mobile banking, maupun jumlah karyawan. Dari segi efisiensi, bank besar menunjukkan kinerja yang lebih baik. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) KBMI I mencapai hampir 83 persen, sedangkan KBMI IV hanya mencapai 64 persen.
“Ini yang menurut kami perlu disikapi. Jadi ke depannya mungkin ajakan yang disampaikan oleh OJK untuk melakukan konsolidasi itu benar-benar bisa terjadi,” ujar Hery dalam acara Bisnis Indonesia Group Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta, Senin, 8 Desember 2025.