Orang Miskin Kota Tambah 0,2 Juta, BP Taskin: Tak Punya Aset Rumah

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Orang Miskin Kota Tambah 0,2 Juta, BP Taskin: Tak Punya Aset Rumah

Peningkatan Kemiskinan di Wilayah Perkotaan dan Penurunan di Perdesaan

Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di wilayah perkotaan mengalami peningkatan. Sementara itu, angka kemiskinan di daerah perdesaan justru menunjukkan penurunan.

Budiman menjelaskan bahwa pada April 2025, jumlah penduduk miskin di kota meningkat sebanyak 0,2 juta orang dibandingkan September 2024. Ia menyatakan bahwa kondisi ini terjadi karena beberapa faktor yang berkaitan dengan aset dan akses ke sumber daya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Masyarakat Kota Kurang Punya Aset

Menurut Budiman, salah satu penyebab utama peningkatan kemiskinan di perkotaan adalah minimnya aset yang dimiliki oleh masyarakat. Banyak dari mereka tinggal di tanah yang tidak miliknya atau memiliki rumah yang tidak tercatat secara resmi.

"Kurangnya aset, seperti rumah yang tidak miliknya, menjadi akar masalah dalam pengentasan kemiskinan," ujarnya. Ia menekankan bahwa distribusi aset, khususnya pertanahan, merupakan langkah penting dalam memperbaiki kondisi ini.

Prabowo Ingin Distribusi Aset Pertanahan Dipercepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah memberikan arahan kepada BP Taskin untuk mempercepat distribusi aset, terutama dalam bidang pertanahan. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di berbagai wilayah.

Selain itu, program-program perumahan yang diusung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan disinergikan dengan BP Taskin. Budiman menegaskan bahwa penataan tanah menjadi fokus utama di wilayah perkotaan.

"Di kota ini akses pendidikan dan informasi sudah cukup banyak, tetapi yang kita butuhkan adalah penataan tanah, khususnya bersama dengan kementerian agraria," katanya.

Data BPS: Angka Kemiskinan di Perkotaan Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan pada Maret 2025 mencapai 6,73 persen, naik dibandingkan posisi September 2024 yang sebesar 6,66 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan turun dari 11,34 persen menjadi 11,03 persen.

Jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan pada Maret 2025 mencapai 11,27 juta orang, meningkat 0,22 juta orang dibandingkan September 2024 yang sebesar 11,05 juta orang. Di sisi lain, jumlah penduduk miskin di wilayah perdesaan berkurang sebanyak 0,43 juta orang, dari 13,01 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,58 juta orang pada September 2024.

Masalah dalam Program Bantuan Sosial

Beberapa isu terkait bantuan sosial juga muncul, termasuk adanya dugaan bahwa bantuan tersebut tidak tepat sasaran dan justru sampai ke pegawai negeri sipil (ASN). Hal ini menunjukkan bahwa sistem distribusi bantuan masih perlu diperbaiki agar lebih efektif.

Selain itu, ada beberapa perbedaan pola pikir antara orang miskin dan orang kaya dalam hal penghematan. Orang miskin cenderung lebih hati-hati dalam penggunaan uang, sementara orang kaya memiliki strategi pengelolaan keuangan yang berbeda.

Penyebab orang miskin tetap miskin dan kelas menengah sulit menjadi kaya juga menjadi topik penting yang perlu dipertimbangkan dalam upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan