Target Keuntungan 100 Miliar Dolar AS
Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote, memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan keuntungan perusahaannya hingga mencapai 100 miliar dolar AS (sekitar Rp3.332 triliun) pada tahun 2030. Target ini sangat tinggi mengingat saat ini, Dangote Group hanya memiliki profit sebesar 18 miliar dolar AS (Rp300 triliun) pada 2025.
Ekspansi bisnis Dangote Group di berbagai negara Afrika dalam setahun terakhir menjadi salah satu faktor utama yang mendorong target ini. Selain itu, pekan lalu, Dangote juga melakukan investasi di sektor pendidikan dengan memberikan beasiswa kepada ribuan anak di Nigeria.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menjadi Salah Satu Perusahaan Terbesar di Dunia
Dangote menyatakan bahwa Dangote Group akan menjadi salah satu dari 100 perusahaan terbesar di dunia. Ia menegaskan, perusahaan tersebut akan memiliki nilai saham lebih dari 200 miliar dolar AS (sekitar Rp3.338 triliun) di Bursa Efek Nigeria.
Meskipun masih dalam proses, Dangote sedang berupaya keras agar perusahaannya bisa masuk ke Bursa Efek Nigeria. Selain itu, ia meminta agar perusahaan terdaftar dan semua dividen dibayarkan dalam mata uang dolar AS.
Namun, pada penawaran awal, investor diperbolehkan membeli saham Dangote Group dalam mata uang naira. Dangote yakin perusahaan akan mendapatkan 6,4 miliar dolar AS (sekitar Rp106,8 triliun) dari ekspor petrokimia, seperti polipropilen dan pupuk.
Desakan Investigasi Terhadap Operasional NMDPRA
Di sisi lain, Dangote mendesak adanya investigasi terkait operasional Nigerian Midstream and Downstream Petroleum Regulatory Authority (NMDPRA). Ia menilai operasi tersebut sebagai bentuk sabotase ekonomi di industri minyak Nigeria.
Menurut Dangote, pemimpin NMDPRA diduga bersekongkol dengan pedagang internasional dan importir minyak untuk membuat kilang minyak lokal kesulitan. Hal ini disebabkan oleh pengizinan lisensi impor khusus bagi produk minyak dari luar negeri.

Dangote menyebut, ketergantungan Nigeria terhadap impor minyak telah merugikan kilang minyak lokal. Selain itu, tindakan otoritas Nigeria ini juga berpotensi membuat investasi di industri perminyakan Nigeria menurun.
Penjelasan Mengenai Komentar Trump
Dangote juga membantah spekulasi yang beredar di media sosial tentang komentar Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait kilang minyaknya. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Ia menyebut, kilang minyaknya masih menerima suplai dari AS. “AS telah menjadi salah satu pemasok minyak mentah terbesar kami. Ketika seseorang mengatakan Trump tidak senang dengan kilang minyak kami, maka itu dipastikan tidak benar,” katanya.

Sebaliknya, Dangote menyatakan bahwa Trump justru senang dengan ekspansi kilang minyak Dangote Group. Alasannya, perusahaan tersebut menjadi salah satu pembeli terbesar minyak mentah dari AS.
Investasi di Sektor Pendidikan Nigeria
Selain fokus pada bisnis energi, Dangote juga menunjukkan komitmennya terhadap sektor pendidikan. Ia baru-baru ini melakukan investasi sebesar Rp11 triliun untuk mendukung pendidikan di Nigeria.
Investasi ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di negara tersebut. Dengan demikian, Dangote tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pembangunan masyarakat melalui pendidikan.
Ekspansi Produksi BBM Terbesar di Dunia
Dangote juga berencana untuk meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) di Nigeria. Proyek ini bertujuan untuk menjadikan Nigeria sebagai salah satu produsen BBM terbesar di dunia.
Dengan kapasitas produksi yang besar, Dangote Group berharap dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bahkan mengekspor ke luar negeri.
Ekspansi Produksi Gula untuk Kurangi Impor
Selain itu, Dangote juga melakukan ekspansi produksi gula. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan Nigeria terhadap impor gula. Dengan produksi dalam negeri yang lebih besar, harapan besar dipegang bahwa harga gula akan lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.