
Tragedi Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Dugaan Pelaku dan Motif yang Masih Dicari
Pada Jumat (6/11/2025), terjadi tiga ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang menimbulkan kekacauan besar di lingkungan sekolah tersebut. Ledakan terjadi di tiga lokasi berbeda, yaitu masjid, kantin, dan area istirahat siswa. Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan siswa dan guru, serta menimbulkan korban luka-luka.
Terduga Pelaku Mengalami Luka Parah
Salah satu yang terluka parah dalam peristiwa ini adalah terduga pelaku, FN, seorang siswa kelas XII. Ia diketahui mengalami luka cukup serius akibat ledakan yang ia sendiri diduga melakukan. Saat ini, FN sedang menjalani perawatan di rumah sakit setelah dibawa ke sana untuk mendapatkan pertolongan medis. Menurut informasi yang diperoleh, selain FN, ada dua korban lainnya yang juga menjalani operasi karena cedera yang dialami.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Orang Tua Pelaku Sedang Berada di Luar Negeri
Saat ini, polisi masih menyelidiki motif dari aksi ledakan tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah status orang tua terduga pelaku. Menurut informasi yang diberikan oleh kerabat dekat pelaku, orang tua FN sedang berada di luar negeri. Hal ini membuat proses penyelidikan lebih kompleks, karena tidak adanya keluarga yang dapat memberikan informasi langsung tentang kondisi emosional atau latar belakang pelaku.
Keluarga Datangi Sekolah untuk Cari Keponakan
Seorang tante dari FN datang ke SMAN 72 Jakarta pada hari kejadian. Perempuan tersebut mencari keberadaan keponakannya setelah melihat foto-foto FN beredar di media sosial. Ia mengatakan bahwa orang tuanya sedang jauh di luar negeri, sehingga tidak bisa hadir di tempat kejadian. Meskipun hanya berbicara singkat, tante tersebut kemudian masuk ke dalam sekolah untuk mencari keponakannya. Namun, setelah beberapa saat, ia menghilang dari pandangan umum.
Lokasi Ledakan dan Kondisi Sekolah
Dalam peristiwa ini, tiga titik lokasi menjadi sasaran ledakan. Pertama, ledakan terjadi di dalam masjid sekolah. Kedua, di kantin, dan ketiga, di area istirahat para siswa. Setelah ledakan terjadi, terduga pelaku langsung terkapar di belakang kantin, dekat tempat pembuangan sampah. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.
Pengakuan Saksi Mata
ZA, seorang saksi mata dan juga siswa SMAN 72, mengungkapkan bahwa terduga pelaku sering menyendiri dan tidak sepaham dengan teman-temannya. Menurut ZA, FN mungkin merasa tidak puas dengan perlakuan teman-temannya di sekolah, hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi balas dendam. Ia juga menyebut bahwa FN diduga meletakkan bahan peledak di tiga titik berbeda di sekolah, termasuk di masjid, kantin, dan area istirahat.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Kepala Polisi RI, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman terkait identitas dan lingkungan pelaku. Ia menyebut bahwa terduga pelaku sudah berhasil diidentifikasi, namun motif dan cara pelaku merakit bahan peledak masih dalam penyelidikan. Selain itu, polisi juga sedang menelusuri temuan senjata mainan di lokasi kejadian, yang diduga merupakan bagian dari rencana aksi pelaku.
Kondisi Siswa dan Lingkungan Sekolah
Menurut ZA, FN jarang terlihat di sekolah. Saat ledakan terjadi, ia sedang berada di teras masjid. Setelah ledakan pertama, ia mendengar ledakan kedua dan ketiga di ruang kelas tempat duduk siswa. Setelah itu, ia melihat delapan temannya terluka di berbagai bagian tubuh, termasuk luka bakar. Ia tidak melihat pelaku secara langsung, karena siswa kelas XII sedang libur dan pelaku ternyata berada di belakang sekolah, di dekat tempat sampah.