
Orang Utan Muncul di Pinggir Jalan, Warganet Berdebat
Seekor Orang Utan terekam turun hingga ke pinggir jalan di kawasan Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim). Video ini menunjukkan satwa langka tersebut duduk santai di tepi jalan sambil menerima pisang dari para pengendara yang melintas.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Noorwansyah Tri Satrio dan belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam cuplikan tersebut, Orang Utan berukuran cukup besar terlihat tenang, sementara pengendara yang lewat memberinya makanan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Cuplikan itu kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @ussfeeds dan telah meraih 19,5 ribu likes. Video ini memicu banyak tanggapan dari warganet. Beberapa menyatakan bahwa kemunculan Orang Utan di jalan berkaitan dengan kerusakan habitat, sehingga satwa liar terpaksa mendekati area aktivitas manusia untuk mencari makan.
"Karena habitatnya dirusak, hewan manis yang tidak bersalah ini terkena dampaknya. Makanya dia turun ke jalan, dan terima kasih yg sudah memberi makan," ujar warganet.
Namun, ada pula yang mengingatkan bahwa memberi makan satwa liar di pinggir jalan berpotensi membahayakan keselamatan hewan tersebut karena lalu lintas kendaraan yang padat.
"Kalau dibiasakan ngasih seperti itu dia pun akan jadi biasa ke pinggir jalan itu, berbahaya bagi keselamatannya karena lalu-lalang kendaraan," tulis warganet lainnya.
Respons dari BKSDA Kaltim
Setelah dikonfirmasi, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Ari Wibawanto mengaku telah merespon peristiwa tersebut. Pihaknya telah menurunkan tim sebanyak 4 orang dan akan dibantu oleh Pusat Penyelamatan Satwa Longsam dari Kabupaten Berau.
Untuk saat ini, pihaknya belum mengetahui lokasi pasti munculnya Orang Utan tersebut. "Kita nanti lihat dari hasil monitoring teman-teman ke sana. Tapi kemungkinan akan kita lakukan evakuasi. Pilihannya apakah nanti translokasi atau rescue, kita lihat dari hasil kesehatan," terangnya.
Menurut analisanya, Orang Utan yang berjalan di pinggir Jalan Poros Bengalon - Kaliorang diduga memiliki jenis kelamin jantan desawa, yang mana ciri-ciri orangutan jantan dewasa memiliki insting turun dari pohon untuk berpetualangan mencari makanan.
Hutan yang berada di kawasan Jalan Poros Bengalon - Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur merupakan habitat alami klaster tiga dan empat Orang Utan Morio. Menurutnya, Orang Utan tersebut turun ke jalan karena kebiasaan masyarakat yang melintas sangat peduli dengan satwa dan memberi makan sehingga menjadi suatu hal yang bagi orangutan suatu hal yang lumrah.
"Kalau misalkan orangutan Morio itu termasuk Orang Utan yang pintar. Jadi, dari pengalaman mereka diberi makan, dari pengalaman mereka suka dikasih makan, mereka akan menjadi terbiasa melihat manusia atau mendekati manusia," jelasnya.
Sebenarnya, apabila Orang Utan yang diberi makan oleh manusia, justru akan mengurangi insting alaminya mencari makan di hutan alias menjadi kebiasaan buruk dan bergantung pada makanan dari manusia.
"Nanti dampaknya mereka, Orang Utan itu tidak bisa cari makan di hutan," pungkasnya.
Langkah yang Diambil oleh BKSDA
BKSDA Kaltim akan terus memantau situasi dan melakukan evaluasi terhadap kondisi Orang Utan tersebut. Tim akan memastikan bahwa satwa tersebut tetap dapat hidup mandiri di habitat alaminya tanpa terganggu oleh kebiasaan makan dari manusia.
Dengan adanya peningkatan interaksi antara manusia dan satwa liar, BKSDA juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga jarak dan tidak memberi makan satwa liar.