P2G: Beban Guru Sudah Berat Sebelum MBG Dimulai

admin.aiotrade 01 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
P2G: Beban Guru Sudah Berat Sebelum MBG Dimulai

Beban Guru yang Bertambah Akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyatakan bahwa beban guru sudah sangat berat sebelum adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, menilai bahwa kehadiran MBG justru menambah beban kerja guru karena memakan banyak waktu dan jam pelajaran.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Satriwan, tugas mendistribusikan MBG sangat menyita waktu dan akan mengganggu proses belajar mengajar. Ia menegaskan bahwa tugas ini tidak tercantum dalam Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen, sehingga dianggap keluar dari rel utama tugas guru.

"Program MBG seharusnya dievaluasi dan hanya diberikan pada sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan," ujarnya. Ia menyarankan agar program tersebut dibuat dalam klaster, seperti daerah 3T atau keluarga menengah ke bawah, bukan diberikan secara merata.

Insentif untuk Guru Penanggung Jawab MBG

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah pusat akan memberikan insentif kepada guru yang menjadi penanggung jawab distribusi dan pengecekan MBG. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menjelaskan bahwa insentif sebesar 100 ribu rupiah per hari akan diberikan kepada guru-guru yang menjadi PIC (Point of Contact).

Fajar menyampaikan bahwa PIC akan ditunjuk oleh Kepala Sekolah dan berganti setiap harinya. "Skema ini akan sangat membantu guru honorer," ujarnya.

Selain itu, Fajar juga menyatakan dukungan aktif pihaknya terhadap program MBG. Ia menyetujui permintaan Badan Gizi Nasional (BGN) dan berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Persiapan Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG)

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyiapkan 16 kantor balai pelayanan di 16 provinsi seluruh Indonesia. Kantor-kantor ini akan difungsikan sebagai Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG).

Melalui KPPG, BGN melakukan pendampingan ke sekolah-sekolah terkait Program MBG. Hal ini penting untuk informasi dan akses pertukaran data terkait penerima manfaat MBG.

Kepala dan Kasubag TU KPPG telah dilantik oleh Kepala BGN pada tanggal 21 Agustus 2025. Mereka akan ditempatkan di daerah untuk memonitor berjalannya Program MBG di setiap wilayah.

Langkah Antisipasi dengan Tim Pelaksana UKS

Sebagai langkah antisipasi, Fajar mengimbau agar setiap sekolah membentuk Tim Pelaksana UKS. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan efektif dan efisien.

Dengan demikian, program MBG harus dipertimbangkan secara matang agar tidak semakin memberatkan para guru. Evaluasi dan pengaturan yang lebih baik diperlukan agar tujuan program dapat tercapai tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan